Bupati Tulungagung Imbau Ada Nama Jalan Soekarno dan Sarinah

Makam Sarinah di Kelurahan Kepatihan Tulungagung. Sarinah merupakan pengasuh Soekarno ketika masih kecil dan namanya diabadikan sebagai nama toko ternama di Jakarta.

Tulungagung, Bhirawa
Meski menjadi tempat masa kecil Presiden pertama RI Ir.Soekarno, namun di Tulungagung belum ada nama jalan yang menjadi tetenger sejarah tersebut. Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo SE MSi, berharap ada nama Jalan Soekarno dan Sarinah di wilayah Tulungagung.
Saat ini di Kota Tulungagung baru ada nama Jalan Soekarno-Hatta . Namun penggunaan nama Soekarno secara terpisah sebagai tetenger belum ada.
“Nama founding fathers kita Soekarno perlu dipertimbangkan sebagai salah satu nama ruas jalan di Tulungagung. Karena selama ini memang belum ada,” ujarnya, seusai Rapat Paripurna Penyerahan Raperda Masa Sidang I Tahun Sidang IV di Kantor DPRD Tulungagung, Senin (13/11).
Dalam penyerahan rancangan peraturan daerah tersebut Pemkab Tulungagung menyampaikan dua raperda inisiatif yang salah satunya adalah Raperda tentang Nama Jalan. Sementara DPRD Tulungagung menyerahkan empat raperda inisiatif dewan.
Menurut Bupati Syahri Mulyo, saat ini di Tulungagung baru terdapat ruas jalan yang bernama Soekarno-Hatta. Belum ada yang bernama Soekarno secara sendiri.
Begitupun dengan nama Sarinah. Padahal , lanjut Bupati, Sarinah yang merawat Soekarno ketika kecil dan namanya diabadikan sebagai nama toko ternama di Jakarta itu makamnya berada di Kelurahan Kepatihan Tulungagung.
“Nanti bisa juga jalan di Perempatan Prayit yang menuju arah makam Sarinah bisa dinamakan Jalan Sarinah,” tuturnya.
Selain itu, lanjut dia, sekarang muncul pula usulan untuk memberi nama jalan dengan nama tokoh lokal. Usulan itu disampaikan keluarga mantan Menteri Sosial RI era Orde Baru , Endang Kusuma Inten Soeweno.
“Katanya bapak Inten Soeweno itu pelaku sejarah di Tulungagung. Nama persisnya saya tidak tahu,” paparnya.
Soal apakah nama orangtua Inten Soeweno layak untuk dijadikan nama jalan, mantan anggota DPRD Jatim ini menyerahkan pada Pansus DPRD Tulungagung dan Tim Pembahas Raperda Pemkab Tulungagung untuk membahasnya.
“Nanti mereka yang memutuskan layak atau tidaknya,” terangnya.
Menjawab pertanyaan, Bupati Syahri Mulyo menyatakan pemberian nama baru jalan di Tulungagung tidak serta merta merubah nama jalan yang sudah ada. Bisa jadi nama jalan baru itu disematkan pada jalan yang selama ini belum ada namanya atau gang yang sudah layak untuk dijadikan jalan.
“Di Jalan Panglima Sudirman itu kan banyak gangnya. Bisa saja salah satu di antaranya yang sudah layak menjadi jalan diberi nama baru,” katanya.
Sementara itu, anggota DPRD Tulungagung, Heru Santoso MPd, menyatakan pemberian nama baru jalan harus diperhitungkan dengan matang. Jangan sampai lebih banyak ruginya daripada untungnya buat masyarakat.
“Perubahan nama jalan itu imbasnya berkaitan dengan banyak hal. Seperti di antaranya administrasi kependudukan semisal KTP dan lainnya,” ucapnya. (wed)

Tags: