5 Rumah di Lereng Gunung Bromo Dihantam Longsor

Warga bersihkan longsoran tanah yang hamtam rumah warga di Sukapura.

Kab.Probolinggo, Bhirawa
Bencana longsor kembali menerjang Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. setelah longsor terjadi di Desa Tandonsentul, kemarin petang giliran Desa Sapeh diterjang longsor. Bencana itu membuat 5 rumah warga mengalami kerusakan dan membuat dua warga luka-luka.
Longsor menerjang tiga dusun, yakni Dusun Sapehsarirejo, Dusun Pondokterop ,dan juga Dusun Puncaksari. Material longsor itu menimpa dapur rumah warga yang letaknya berada di sisi tebing, diawali dengan hujan lebat ujar, ujar kepala Desa Sapeh, Koyatin, (Kamis 23/11).
Koyatin merinci, dari tiga dusun itu yang terdampak yakni di Dusun Sapehsarirejo ada dua rumah. Yaitu rumah Ngaspiari, 45, dan Tujar, 50. Di Dusun Pondokterop, juga ada dua rumah yang rusak. Yakni milik Wati, 28, dan Lina, 25. Satu lagi rumah rusak berada di Dusun Tersono, yakni milik Sunarto, 66.
“Rata-rata itu rusaknya pada dapur. Sebab, dapur di sini itu berada di belakang dan berdempetan dengan tebing. Sehingga mudah kena longsor,” tambahnya.
Dalam kejadian longsor ini, ada dua orang warga yang mengalami luka. Yakni Juarti, 25, anak dari Tujar. Saat itu, Juarti sedang mandi. Tiba-tiba material longsor merusakkan kamar mandi tersebut. Korban yang tidak sempat menyelamatkan diri, kejatuhan batako di kakinya.
“Satu lagi yakni Lina. Saat itu, ia beserta anaknya sedang berada di dapur. Nah, saat mendengar suara gemuruh, Lina langsung menyelamatkan anaknya. Namun, ia tidak memperhatikan ada bara api. Akibatnya, kakinya melepuh,” jelasnya.
Ngaspiari yang kamarnya terkena longsor mengaku saat kejadian rumahnya dalam keadaan sepi. Ia sendiri sedang berada di ladang. Sedangkan istri dan anaknya berada di rumah tetangga. Sehingga waktu kejadian, rumah dalam keadaan kosong.
“Alhamdulillah tidak ada orang. Kalau ada orang, ya gak tau. Apalagi itu kan kamar saya,” katanya saat ditemui di rumahnya. Atas kejadian itu, ia berharap ada bantuan dari pemerintah.
Sebab, untuk memperbaiki rumah yang rusak, ia mengaku tidak memiliki biaya. “Semoga saja ada bantuan. Agar kami bisa membenai rumah yang rusak ini,” imbuhnya.
Pihak kepolisian bersama warga setempat, berupaya untuk melakukan evakuasi terhadap material longsor yang menimbun rumah warga. Tak butuh waktu lama, rumah warga yang terdampak longsor sudah selesai dibersihkan.
“Kami beserta warga langsung melakukan evakuasi. Alhamdulillah, evakuasi ini berjalan lancar. Dari kejadian ini tidak ada korban jiwa. Hanya saja ada dua orang yang mengalami luka lantaran berusaha menyelamatkan dairi,” ungkap Aiptu Budi Santoso, Polmas desa setempat.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan, pihaknya mengirimkan petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk segera melakukan pendataan. Sehingga, warga yang terdampak bisa mendapat bantuan.
“Kami sudah menurunkan tim untuk mengecek dan membantu mengevakuasi tempat yang terdampak longsor. Untuk sementara, kami data dulu kerugiannya berapa. Jika sudah, nanti kami ajukan agar bisa mendapatkan bantuan,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Apalagi bagi warga yang berada di dataran tinggi atau wilayah pegunungan. “Tetap waspada. Sebab, di musim sekarang rawan terjadi tanah longsor,” tuturnya.
Daerah rawan longsor, BPBD menetapkan sembilan kecamatan yang menjadi langganan longsor. Kecamatan itu yakni Tiris, Kotaanyar, Lumbang, Sukapura, Sumber, Gading, Pakuniran, Kuripan, dan juga Krucil.
“Untuk yang rawan longsor itu terutama daerah wilayah atas. Semuanya adalah perbukitan tebing yang curam sehingga mudah longsor,” tambah Anung Widiarto. [wap]

Tags: