PT PLN Distribusi Jatim Terangkan Kepulauan Madura Kembali

Kerja keras para petugas PLN normalkan listrik Madura.

Surabaya, Bhirawa
Wajah para petugas PLN yang berjerih payah memperbaiki jaringan yang terbakar 23 September 2017 lalu, berubah sumringah. Setelah nonstop melakukan pekerjaan perbaikan sejak siang hingga malam hari, akhirnya pada Jumat, 6 Oktober 2017, pekerjaan tersebut selesailah sudah.
Terbakarnya kabel satu jalur penghubung jaringan dari Gardu Induk Ujung ke Gardu Induk Bangkalan Oberkapasistas lebih dari 140 MW berujung pada terhambatnya pasokan listrik ke Madura. Saat siang, beban puncak Madura adalah sebesar 150 hingga 160 MW dengan defisit daya 10 hingga 20 MW. Sedangkan di malam hari, beban puncak adalah 200 hingga 210 MW dengan defisit daya sekitar 60 hingga 70 MW.
Namun setelah diadakan sosialisasi kepada pemimpin dan elemen masyarakat Madura, masyarakat dapat bertindak arif dalam penggunaan listriknya. “Jadi selama proses normalisasi dan penyambungan kembali kabel yang terbakar, dari 23 sept sampa 6 okt, beban puncak rata- rata hanya 170 MW, sehingga manajemen pemadaman setiap beban puncak sekitar 30 – 40 MW,” ungkap Wisnu Yulianto, Manajer Komunikasi, Hukum dan Administrasi PLN Distribusi Jawa Timur, Minggu (6/10).
Dirkatakan, bahwa PLN telah menjalankan prosedur perbaikan dan penormalan segera setelah kejadian kebakaran tersebut. “Oleh sebab itu, penormalan dapat berjalan sesuai schedule dan pada, 6 oktober 2017, sambungan listrik yang menghubungkan Gardu Induk Ujung dan Bangkalan sudah normal kembali. Sehingga mulai hari ini, masyaratkat Madura tidak lagi merasakan pemadaman,” urainya.
“Kita semua berharap hal ini tidak akan terjadi lagi. PLN akan terus melakukan tindakan preventif untuk menjaga dan menjamin keandalan peralatan untuk kelangsungan pasokan listrik Jawa – Madura,” pungkasnya. [ma]

Tags: