Penumpang Pesawat Komersial Sumenep-Surabaya Capai 80%

Sumenep, Bhirawa
Penerbangan pesawat komersial di rute Bandara Trunojoyo Sumenep ke Bandara Juanda Surabaya, sejak dibukanya pada tanggal 27 September 2017 sudah mencapai 70-80 persen setiap penerbangan dari kapasitas pesawat sebanyak 72 penumpang. Pesawat Wings Air yang melayani Sumenep-Surabaya secara komersial itu terbang setiap hari.
Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Wahyu Siswoyo mengatakan, penumpang pesawat komersial yang sudah berjalan dua pekan terahir ini terbilang tinggi. Sebab, sejak dibuka, jumlah penumpang terbilang tinggi, karena rata-rata 70-80 persen setiap harinya.
“Hasil evaluasi, sejak dibukanya penerbangan komersial dirute Sumenep-Surabaya sangat bagus, antara 70 hingga 80 persen. Perbandingannya, penumpang lebih tinggi di rute Sumenep-Surabaya, daripada Surabaya-Sumenep,” kata Wahyu Siswoyo, Rabu (11/10).
Tingginya jumlah penumpang pesawat berkapasitas 72 penumpang itu merupakan angin segar bagi perkembangan transportasi udara di Sumenep kedepan, sehingga pengelola harus terus menambah kekurangan fasilitas agar pengelolaan transportasi udara terus menjadi alternatif masyarakat Madura. “Para penumpang pesawat komersial ini tidak hanya dari warga Sumenep, tapi sudah merembet ke Pamekasan. Tapi, untuk warga Sampang dan Bangkalan masih belum terlihat,” jelasnya.
Ia menerangkan, harga tiket di rute Sumenep-Surabanya mulai Rp179 ribu. Pesawat milik PT Wings Abadi itu terbang dijalur Bandara Trunojoyo ke Bandara Juanda Surabaya setiap hari. Pesawat yang melayani dari Bandara Trunojoyo Sumenep tidak hanya ke Surabaya, tapi bisa langsung ke Bali, Lombok, Jakarta, Banjarmasin, dan Malaysia. “Sudah ada koneksitas dari Bandara Trunojoyo ke sejumlah Bandara selain Juanda Surabaya, diantaranya Bali, Jakarta, Lombok dan Banjarmasin,” imbuhnya.
Bandara Trunojoyo saat ini memiliki landasan pacu sepanjang 1.600 meter dan lebar 30 meter. Bandara yang ada di kabupaten ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki sejumlah fasilitas pendukung seperti tempat parkir pesawat. Selain sebagai penerbangan pesawat komersial, juga merupakan salah satu bandara yang dimanfaatkan pesawat perintis di Jawa Timur. “Bandara Trunojoyo ini juga dimanfaatkan sebagai tempat berlatihnya siswa sekolah pilot. Ada lima sekolah penerbangan yang memanfaatkan bandara Trunojoyo,” bebernya.
Lebih lanjut ia memaparkan, pengelola Bandara berencana melakukan perpanjangan landasan pacu hingga 2.250 meter. Namun, pemerintah daerah harus menyediakan lahan agar bisa dilakukan perpanjangan. “Kami sudah berkoordinasi dengan pemda agar lahan untuk perpanjangan landasan pacu bisa disediakan. Pemda rupanya siap menyediakan lahan tersebut,” ucapnya. [sul]

Tags: