Pemilik 34 Bidang Lahan Tol KLB Mulai Ada Kejelasan

Foto Ilustrasi

Gresik, Bhirawa
Pemilik 34 bidang lahan tak bertuan untuk tol Krian, Lundi, Bunder (KLB) mulai ada kejelasan. Siapa pemilik lahan itu, tim sudah menemukan sebagian nama pemilik lahan. Kendati demikian, akurasinya masih harus diuji lagi melaui buku leter C,  sebagai catatan tanah yang diterbitkan desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemkab Gresik, Tursilowanto Hariogi mengatakan, terkait 34 bidang lahan tak bertuan itu sudah ada kejelasan.  Seperti yang ada di Kec Kedemean, meski lahan itu sudah berpindah kepemilikan,  namun sudah diketetahui pemiliknya. ”Kendati demikian masih perlu diuji lagi melalui buku leter C desa. Nanti Kades nya akan kami panggil untuk membawa buku leter C,” terang Tursilo,  Senin (10/10).
Sebagian bidang lahan itu lanjut Tursilo, merupakan aset desa. Untuk uang ganti rugi itu nanti tergantung desa untuk apa. ”Pemanfaannya nanti tergantung desa itu sendiri,” katanya.
Berapa jumlah nilai ganti rugi 34 bidang lahan itu, secara pasti Tursilo belum tahu karena itu kewenangan BPN (Badan Pertanahan Nasional) Gresik. Yang pasti, sebelum ada kejelasan pemilik, uang ganti rugi yang sudah berbulan – bulan dititipkan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik itu tidak bisa dicairkan. ”Harus menunggu sampai klir dulu,” tuturnya.
Sebelumnya, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto perintahkan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait untuk menelusuri pemilik 34 bidang lahan untuk tol KLB itu. Sebab, meski uang ganti rugi itu sudah dititipkan pengadilan, namun tidak ada yang mengambil. Bupati yang juga turun ke lokasi minta akhir September  pemilik lahan itu sudah diketahui.
Sehingga bupati memerintahkan Dinas Pertanahan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Bagian Pemerintahan Umum mencari pemilik lahan itu.
Penelusuran sampai saat ini masih teus dilakukan. Diharapkan Suyono, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik pemilik lahan segera melaporkan atas kepemilikan lahannya ke Pemkab Gresik. Tentu harus disertai bukti autentik surat kepemilikan  tanah. Sehingga, Pemkab tak mencari pemilik lahan itu lagi.
Pembangunan tol KLB sepanjang 38,29 km ini akan melalui dua wilayah, yaitu Kab Sidoarjo dan Kab Gresik. Di Wilayah Kab Gresik, Jalan Tol KLB akan dibangun pada lahan seluas 143,27 ha pada 1.688 bidang. Sedangkan di wilayah Kab Sidoarjo tol KLB pada lahan 2,79 Ha pada 55 bidang.
Ada 20 desa yang dilalui jalan tol KLB yaitu Desa Lebaniwaras, Lebanisuko, Sembung, Pedagangan, Manunggal, Belahan Rejo, Tanjung, Turirejo, Pranti, Beton, Gadingwatu, Putatlor, Morowudi, Boboh, Iker-iker Geger, Cermekidul, Cermelor, Pandu, Tambakberas, Banjarsari.
Sesuai data Biro Pemerintahan Pemerintah Provinsi Jatim pada 28 Agustus 2017, progress pembebasan lahan Jalan Tol KLB di Gresik sudah berhasil dibebaskan yaitu 117,78 Ha (1.369 bidang) atau 82,21%. Total lahan yang dibutuhkan seluas 143,27 Ha (1.668 bidang) Sedangkan 299 bidang atau seluas 25,49 Ha masih belum bebas. [eri]

Tags: