Mendagri Minta Cagub Jatim Hindari SARA dan Ujaran Kebencian

Mendagri Tjahjo Kumolo didampingi Gubernur Jatim Dr H Soekarwo dan Wagub Jatim Drs H Saifullah Yusuf saat akan mengikuti upacara peringatan Hari Jadi ke-72 Provinsi Jatim di Tugu Pahlawan Surabaya.

Pemprov Jatim, Bhirawa
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta seluruh calon gubernur (cagub) Jatim untuk bertarung secara sehat, tidak memainkan isu SARA dan membuat ujaran kebencian. Namun harus beradu program dalam rangka perbaikan dan pembangunan dearah yang lebih baik.
“Hindari ujaran kebencian, hindari yang bersifat Sara apalagi fitnah. Para cagub harus berani beradu program, adu konsep untuk meningkatkan harkat dan martabat pembangunan kesejahteraan masyartakat di Jatim khususnya,” pinta Tjahjo, ketika memberikan pengarahan saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Jadi ke-72 Provinsi Jatim, di Tugu Pahlawan Surabaya, Kamis (12/10).
Selain itu, Tjahjo juga meminta seluruh komponen masyarakat di Jatim turut aktif menekan angka golput. Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat dalam pilkada merupakan kunci pelaksanaan pilkada yang aman dan tertib.
“Seluruh elemen masyarakat, tokoh masyarakat alim ulama termasuk pers pilkada ini harus berjalan dengan tertib aman dan demokratis. Kuncinya satu, partisipasi masyarakat Jatim bisa sebanyak mungkin ikut menggunakan hak pilihnya,” katanya.
Tjahjo mengatakan, tahun depan merupakan tahun politik dimana akan ada pilkada serentak di 171 daerah, ditambah dengan pemilihan presiden dan legislatif. Untuk itu, dia mengingatkan aparatur pemerintah daerah untuk fokus menyelesaikan tugas utama dalam rangka memberikan pelayanan masyarakat. “Pemerintah daerah harus fokus untuk kerja, kerja dan kerja,” katanya.
Ia juga meminta pemerintah daerah untuk menyiapkan tahapan pemilu secara demokratis dengan koordinasi dan membangun partisipasi politik masyarakat. Serta, menghindari politik uang dan kampanye yang memperkeruh suasana seperti berujar kebencian.
Ditambahkannya, tantangan bangsa ke depan semakin banyak, terutama soal radikalisme dan terorisme. Dalam hal ini, ia mengingatkan untuk bisa membedakan siapa kawan dan lawan. “Kita punya dasar negara dan ideologi, agar setiap keputusan pembangunan dan sosial harus berlandaskan Pancasila,” pesannya.
Kepada ASN, Tjahjo juga berpesan untuk memegang teguh janji Korpri serta menghindari area korupsi terutama soal anggaran dana hibah dan baksos. Juga, soal ketimpangan sosial. “Jatim sudah menunjukkan keberhasilan menyelesaikan soal ketimpangan sosial ini, termasuk pendidikan, kematian ibu hamil, soal gizi dan sebagainya,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, Tjahjo juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga nilai dan martabat bangsa. Bahkan, Tjahjo dengan tegas menyatakan siap melawan siapapun yang menghina presiden dan memecahkan lambang negara. “Saya selaku Mendagri, pembantu Presiden akan saya lawan, perorangan kelompok golongan yang menghina presiden saya, yang menghina lambang negara ini, itu kita harus lawan,” tegasnya,
Dua mengajak seluruh pemerintah daerah serta aparat kepolisian dan TNI untuk turut menjaga dan membela presiden jika ada pihak-pihak yang melecehkan Presiden sebagai simbol negara. “Kita sebagai bangsa, sebagai negara, sebagai pemerintah daerah, kita punya kehormatan kita punya harga diri. Tugas aparatur sipil negara yang didukung TNI/Polri dan jajaran yang lain harus bela membela pimpinan kita, membela lambang-lambang negara kita,” imbaunya.
Ia menjelaskan, sebagai bangsa yang menganut sistem demokrasi yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpendapat Tjahjo mempersiapkan siapapun yang ingin memberikan masukan, kritik dan saran terhadap pemerintah dengan syarat tidak melanggar aturan yang ada.
“Bersikap kritis boleh, memberi pendapat boleh, jadi oposisi boleh tapi ada aturan-aturan yang ada. Jangan berujar fitnah, jangan berujar kebencian, jangan mengumbar Sara, ini yang kita harus lawan,” pungkasnya. [iib]

Tags: