Daftar Parpol ke KPU, Ketua DPC PDIP Kota Mojokerto Naik Kereta

Ketua dan Bendahara DPC PDIP Kota Mojokerto menumpag kereta ketika mendaftar ke KPU, Rabu (11/10) kemarin. [kariyadi/bhirawa]

Kota Mojokerto, Bhirawa
Dengan menumpang kereta kuda dan diiringi grup kesenian Reog Ponorogo dan diiringi belasan kader dan simpatisan PDI Perjuangan, menghantarkan pendaftaran partai nomor 4 itu sebagai calon peserta pemilu 2019 di KPU Kota Mojokerto, Rabu (11/10) kemarin.
Partai berlogo banteng gemuk itu menempati urutan kedua setelah Partai Perindo yang menandai pembukaan pendaftaran ke kantor KPU Kota Mojokerto.
Prosesi pendaftaran partai pimpinan Ketum Megawati Soekarnoputri ini cukup menarik. Ketua DPC PDIP Kota Mojokerto Ferbiyana Meldyawati tampak menumpang kereta  diiringi massa Reog long march dari kantor DPC di jalan raya Tropodo menuju kantor KPU di jalan Benteng Pancasila.
“Alhamdulillah tidak ada kendala dalam pendaftaran ini. Kita menunggu verifikasi KPU untuk turut dalam Pileg 2019 mendatang,” papar wanita yang juga ketua DPRD Kota Mojokerto ini.
Disinggung soal pembentukan PAC Kranggan pasca pemecahan wilayah di daerah ini, Febri yang juga menjabat Ketua DPRD setempat ini menyatakan belum perlu.
“PAC kita masih Magersari dan Prajuritkulon. Soal pemecahan wilayah sudah kita konsultasikan dengan DPP dan dirasa tidak perlu ada pemecahan,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Mojokerto Saiful Amin Solikhin mengungkapkan pihaknya masih harus memverifikasi berkas pendaftran PDIP. “Kita verifikasi dulu. Memang ada perbedaan data dalam form F2 masalah jumlah keanggotaan. Ada yang tidak sesuai penomorannya tapi itu bukan masalah krusial,” katanya.
Ia mengungkapkan input keanggotaan yang dilakukan pusat, ada ketidak sesuaian dengan data manual. “Mungkin di aplikasi excel beda penomorannya. Tapi itu akan beres,” tandasnya.
Menurut Amin, pendaftaran partai pemilu ini akan dibuka sampai dengan 16 Oktober mendatang. “Jumlah partai lama ada 12. Kita tunggu sampai 16 Oktober mendatang, kalau nggak daftar ya otomatis tidak punya perwakilan di Kota Mojokerto. Sehingga tidak bisa ikut caleg dalam pemilu 2019 di Kota Mojokerto,” pungkasnya. [kar]

Tags: