97 Persen Pelajar Sidoarjo Lebih Percaya Medsos daripada Ortu

Suasana penandatanganan nota kesepahaman antara Ketua Yayasan Al Mulsim Masyhuda dan Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana, M.Sc ES, PhD.

Sidoarjo, Bhirawa
Berdasarkan penelitian, sekitar 97 % pelajar atau anak-anak lebih percaya media sosial (Medsos) dari pada percaya kepada orang tuanya sendiri.
“Maka sebarkanlah yang baik-baik, dan jangan terlalu percaya dengan fitnah. Semoga kita menjadi orang yang istiqomah. Tugas kita menyebarkan kebaikan dan mencegah kemungkaran, hasilnya serahkan kepada Allah SWT,” pinta Rektor ITS Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc ES, PhD dalam sebuah dialog interaktif, usai melakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding), sebagai bentuk jalin kerjasama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat antara Yayasan Al Muslim dan ITS.
Prosesi penandatanganannya dilakukan oleh Ketua Yayasan Al Muslim Drs Masyhuda, M.Pd dan Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc.ES, Ph.D,(8/10).
Usai MoU, Rektor ITS Joni Hermana mengaku sangat terkesan dengan sajian parade tahfid alquran ayat juz 1-6 dan 30 yang disajikan oleh siswa-siswi SD, SMP, SMA Al Muslim yang dipandu Amary Zarkasi salah satu guru alquran.
“Bagi calon mahasiswa yang hafal 30 juz bebas memilih jurusan apa saja jika masuk ITS.” ujar Joni Hermana dalam sambutannya saat motivasi para tahfid alquran, (8/10) kemarin.
Menurutnya, sesuatu yang terjadi pada diri kita bukanlah sesuatu kebetulan, tapi itu adalah atas ijin Allah, maka wajib bagi kita berpikir setiap kejadiaan yang dialami. Orang-orang pinter selalu berpikir setiap kejadian yang menimpa dirinya. Seperti yang dialami Isaac Newton, ilmuan penemu gaya gravitasi bumi, akibat memikirkan kenapa buah apel jatuh tegak lurus dari pohonnya. “Jadi, Visi-Misi hidup keluarga kita harus jelas, supaya tidak rutinitas yang dilakukan setiap hari, serta memiliki prinsip hidup. Sehingga hidup lebih bermakna dan bermanfaat bagi yang lain,” tegas Joni Hermana.
Sementara Ketua Yayasan Al Muslim Masyhuda, juga menyampaikan bahwa kegiatan dialog interaktif bertujuan memberikan wawasan kepada wali murid, agar mempunyai pola asuh yang sama antara di rumah dan di sekolah. Oleh karena itu diharapkan bias bersama-sama mewujudkan generasi yang cerdas, tetapi tetap mempunyai akhlaq yang mulia. Kondisi sekarang ini banyak kita jumpai orang pandai tetapi perilakunya tidak menunjukkan akhlak yang mulia. [ach]

Tags: