SMAN I Kapongan Jadi Pioner Prestasi Bola Voli dan Tenis Meja

Kasek SMAN I Kapongan, Situbondo, Retno Dwi Susanti S.Pd, M.MPd, saat memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi di bidang non akademik baru baru ini. [sawawi]

Kab Situbondo, Bhirawa
Satu di antara delapan SMA Negeri yang ada di Kota Santri Situbondo adalah SMAN I Kapongan. Letaknya yang berada dipinggir jalan desa dan dekat dengan hamparan luas persawahan, membuat sekolah yang kini dinahkodai Retno Dwi Susanti S.Pd, M.MPd,  menjadi primadona baru bagi calon siswa di wilayah Situbondo bagian timur. SMAN I Kapongan yang letaknya mudah dijangkau kini juga menjadikan sekolah itu bakal maju pesat dimasa mendatang.
Kepala Sekolah SMAN I Kapongan, Situbondo, Retno Dwi Susanti menunjukkan optimismenya saat ditanya soal strategi untuk memajukan kualitas pendidikan di lembaga yang ia pimpin. Perempuan asli Surabaya itu menerangkan, untuk menjadi sekolah yang maju setidaknya memerlukan adanya kerjasama serta kekompakan di sebuah lembaga pendidikan, mulai komite sekolah, tenaga pendidik dan siswa.
“Alhamdulillah dengan adanya visi misi sekolah kami perlahan sudah mulai menuai prestasi. Utamanya non akademik,” papar Retno-panggilan akrab Retno Dwi Susanti. Agar prestasi dibidang akademik maupun non akademik bisa menonjol, ujar Retno, ia terus mendorong para siswanya untuk mencetak prestasi baik lokal regional maupun nasional. Usaha Retno ternyata berbuah manis, terbukti baru baru ini satu siswanya berhasil diterima di kampus Unair Surabaya. Meski prestasi akademiknya masih belum maju seperti sekolah lain, Retno masih bisa tersenyum karena sekolah SMAN I Kapongan mampu menyabet prestasi juara I pada  olahraga bola volly puteri pada tingkat Kabupaten Situbondo serta juara 3 ajang gerak jalan kreatis. “Bahkan siswa kami yang bernama Anton meraih juara 1 dan berhasil dikirim ke Kota Malang untuk mewakili Situbondo,” papar Retno.
Bagaimana dengan adiwiyata ? Retno yang gemar berhijab itu mengaku saat ini masih belum memikirkan sekolahnya menjadi sekolah adiwiyata (peduli dan berbudaya lingkungan). Sebab, kata Retno, ia kini masih konsentrasi untuk membenahi sarana sekolah dan melengkapi administrasi sekolah.
“Tetapi untuk tenaga pendidik kami patut senang karema banyak yang sudah menyandang gelar S2. Sehingga kualitas SDM-nya tidak perlu diragukan lagi,” ungkap Retno. Retno yang merupakan isteri seorang TNI itu menutukan, agar prestasi dibidang akademik dan non akademik itu bisa terus ditingkatkan, ia tak bosan untuk selalu mengajak seluruh stake holder SMAN I Kapongan Situbondo melakukan terobosan yang menggembirakan. Satu diantaranya, papar Retno, meraih lebih banyak lagi juara dibidang olahraga selain bola volly, tenis meja dan sepak bola. Sebab dengan raihan prestasi dan sertifikat penghargaan olahraga, urai Retno, para siswa akan terbantu saat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. “Apalagi para siswa itu mengincar perguruan tinggi negeri favorit ditanah air. Seperti UI, UGM, ITB, IPB, Unair dan ITS. Agar bisa lulus disana siswa juga harus memiliki keahlian non akademik,” pungkas wanita yang lama mengabdikan ilmunya di SMAN I Panarukan, Situbondo itu. [sawawi]

Tags: