Sidak Komisi III Temukan Stok Pile Tak Punya Izin Lengkap

Moh. Syafi’ AM

Gresik, Bhirawa
Sidak dilakukan Komisi III DPRD Gresik, menemukan tujuh tahun stock pile beroprasi atau pengelolaan batu bara tak mengantongi izin lengkap. Namun oleh Pemkab Gresik tetap dibiarkan dan kondisinya membuat resah masyarakat karena polusi debu dan lainnya.
Ketua Komisi III DPRD Gresik, Moh Syafi’ AM mengatakan, Sidak dilakukan di Kec Duduksampaian tidak jadi di lapangan. Di dapat stock pile atau pengelolaan batubara di Desa Ambeng-ambeng Watangrejo, hanya mengantongi Izin Pemanfaatan Ruang (IPR) yang dikeluarkan Bulan Mei silam dan pengelolaan limbah dari Kementerian pusat.
Informasi tidak lengkap izin, di dapat dari keterangan data di Dinas Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DP-PTSP). ”Kami sangat prihati sebab sudah beroprasi lama, namun tetap dibiarkan saja. Keberadaannya juga telah membuat warga sekitar resah, karena pencemarannya,” ujarnya.
Selain sudah beroperasi, juga sudah berdiri bangunan. Dari kondisi bangunan telah melanggar sebab memakan sepadan sungai di wilayah setempat. Sehingga
mengakibatkan resapan batubara ke sungai, apa lagi kalau musim hujan kondisinya lebih parah. Sebab air dari sungai telah mengaliri lahan tambak warga, terutama warga Desa Tirem. Sehingga mengurangi pendapatan mata pencarian warga.
Ditambahkan Syafi’ AM, air sungai merupakan mata pencarian warga Desa Tirem. Sedangkan warga di Desa Tebaloan mengeluhkan polusi udara akibat pengelolaan batubara, dan Sidak ini juga atas keluhan dan laporan warga. Yang mengira, awalnya dugaan pencemaran lingkungan dari pabrik.
Hal senada dikatakan Wakil Sekretaris Komisi III DPRD Gresik, Ahmad Kusriyanto mengatakan, sangat prihatin dan keteledoran ini adalah bukti kurang tegasnya Pemkab. Sebagai tindak lanjut, dalam minggu ini akan dipanggil untuk hearing dinas terkait.
Seperti Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perizinan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, juga pemilik stok pile atau pengelola batu bara. [kim.adv]

Tags: