Puluhan Kambing di Malang Mati Misterius

Puluhan kambing mati milik Efendi warga Desa Tegalgondo, Kec Karangploso, Kab Malang saat akan dikuburkan oleh masyarakat desa setempat. [cahyono]

Kab Malang, Bhirawa
Warga Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang digemparkan dengan adanya puluhan hewan ternak kambing milik penduduk setempat mati misterius. Kematian kamibing tersebut ditemukan dalam keadaan terluka pada bagian perut dan pada bagian tubuh yang lainnya.
Luka pada hewan kambing itu, ungkap Kapolsek Karangploso AKP Farid Fathoni, Rabu (13/9), kepada Bhirawa, seperti disayat dengan pisau. Sehingga sayatan pada perut kambing itu menyebabkan matinya puluhan kambing, karena usus kambing tersebut keluar dan ada lehernya yang terluka akibat terkena gigitan. “Ada 17 ekor kambing mati, dan dua ekor kambing dalam keadaan luka dan bisa diselamatkan,” jelasnya.
Sedangkan puluhan hewan kambing yang mati itu, kata dia, yakni milik Efendi (40) warga Desa Tegalgondo. Dan kejadian mistirius matinya puluhan kambing itu, baru pertama kali di wilayah Polsek Karangploso. Namun, pada beberapa tahun lalu juga pernah terjadi di wilayah Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, yang kasusnya sama beberapa ekor kambing mati misterius akibat cakaran dan gigitan binatang buas.
“Sebab, melihat dari kondisi tubuh kambing yang mati itu, kesemuanya terdapat bekas cakaran dan gigitan. Sehingga dirinya menduga jika hewan kambing yang mati misterius di wilayah Kecamatan Karangploso tersebut akibat serangan binatang buas. Tapi dirinya belum bisa memastikan binatang buas apa yang telah membunuh puluhan kambing itu,” tegas Farid.
Sementara, lanjut Kapolsek, kematian puluhan kambing itu diketahui pemiliknya pada pukul 05.30 WIB. Sehingga dengan melihat ternaknya banyak yang mati, maka mereka melaporkan ke Kepala Desa Tegalgondo, lalu diteruskan ke Polsek Karangploso. Dari laporan perangkat desa setempat, selanjutnya saya dan anggota mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan lalu memberitahukan kepada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang.
“Dan dari hasil pemeriksaan mantri kesehatan hewan dari DPKH Kabupaten Malang, jika kematian puluhan kambing itu bukan disebabkan virus atau penyakit. Karena terlihat ada bekas gigitan dan luka cakar di 19 kambing, namun yang dua ekor kambing kini masih kondisi hidup, yang sebelumnya mendapatkan perawatan dari mantri hewan,” ujarnya.
Kerugian yang dialami Efendi selaku peternak, kata Farid, yakni sebesar Rp 20 juta. Dan dengan kematian puluhan kambing di Desa Tegalgondo tersebut, maka warga setempat menjadi takut dan cemas. Karena selain ternak-ternak yang lainnya jadi korban, mereka juga khawatir jika juga akan menyerang manusia. Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada warga yang memiliki ternak kambing dan sapi, agar memagar kandang dengan cara permanen. Seperti meninggikan pagar kandang, dan jika bisa pagar kandang kambing atau sapi dibangun dengan menggunakan bata.
Ditempat terpisah, Kepala DPKH Kabupaten Malang Sujono menegaskan, jika kematian 17 ekor kambing dan dua ekor kambing terluka bukan akibat virus atau penyakit, namun diakibatkan serangan cakaran dan gigitan anjing maupun binatang buas lainnya. Dan kejadian ini sudah dua kali di wilayah Kabupaten Malang, yang pertama di wilayah Desa Sumber Sekar, Kecamatan Dau dan sekarang di wilayah Kecamatan Karangploso.
“Warga Desa Tegalgondo jangan cemas terkait kematian puluhan kambing yang ada di wilayah desanya. Karena kematian puluhan kambing tersebut yang jelas bukan terkena penyakit atau terkena virus mematikan, tapi terserang binatang buas. Namun, pihaknya belum bisa memastikan binatang buas apa yang membunuh puluhan kambing tersebut,” ujarnya. [cyn]

Tags: