Persiapan Pilgub, Gerindra Mulai Dekati Mantan Rektor ITS M Nuh

M Nuh.

Gerindra Jatim, Bhirawa
DPD Gerindra Jatim masih menggodok nama-nama  Bakal Calon Gubernur (Bacagub) yang akan diusung dalam Pilgub 2018 mendatang. Diharapkan, kandidat yang diusung nantinya bisa merepresentasikan kepentingan akar rumput masyarakat Jatim yang berbasis nahdliyin.
“Saya kira kita baru proses memasak dan belum matang, dan itu kita sampaikan ke media. Untuk proses pematangannya kita perlu tanya ke berbagai unsur. Kita menghormati kiai dan masyarakat apa persepsi mereka soal gubernur,” kata Ketua DPD Gerindra Jatim Soepriyatno kepada wartawan, Minggu (17/9).
Menurut dia, sampai saat ini sudah ada empat nama yang menjadi pertimbangan Gerindra untuk diusung sebagai Bacagub dalam Pilgub Jatim. Ke empat nama itu adalah Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Ketua KADIN Jatim La Nyalla Mattalitti dan mantan Rektor ITS M Nuh. Pengurus Gerindra juga berkomunikasi intens untuk menyamakan persepsi dengan kandidat tersebut, sebelum menentukan dukungannya.
“Ada empat calon yang pertama Khofifah, wakilnya siapa masih  digodok. Gus Ipul wakilnya siapa, apa Azwar Anas dan yang ketiga Pak Nyalla. Yang ke empat Pak Nuh,” tambahnya.
Soepriyatno memprediksi, pada awal Oktober mendatang, arah koalisi dan dukungan dari Gerindra akan tergambar jelas. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan ada poros koalisi baru yakni Gerindra, PKS dan Demokrat untuk mengusung kandidat alternatif dalam Pilgub Jatim.
“Semua calon kita komunikasikan dengan intens, kecuali Pak Nuh kita pertimbangkan tapi belum komunikasi. Nanti kita dekati,” katanya.
Lantas, seberapa besar peluang partainya untuk mendukung Khofifah? Soepriyatno mengaku masih terbuka. Meski Khofifah sudah diusung Golkar, NasDem dan Hanura, yang merupakan parpol pendukung Presiden Joko Widodo.
“Jangan salah Pak Prabowo dan Pak Jokowi itu bersahabat. Kalau sama-sama membangun untuk kepentingan bangsa semua tenang saja,” pungkasnya. [cty]

Tags: