Mengenali Risiko Bencana Kekeringan

Oleh :
Oryz Setiawan
Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat (Public Health) Unair Surabaya

Telah diprediksi bahwa bulan ini merupakan puncak (peak) musim kemarau, bahkan minggu-minggu ini suhu cuaca sangat menyengat tubuh. Diperbagai daerah di Indonesia telah terjadi puncak masa kekeringan sehingga sudah masuk dapat katagori bencana kekeringan dimana wajib membutuhkan intervensi pemerintah daerah berupa dropping air bersih.
Keadaan kekurangan pasokan air pada suatu daerah dalam masa yang berkepanjangan (beberapa bulan hingga bertahun-tahun). Biasanya kejadian ini muncul bila suatu wilayah secara terus-menerus mengalami curah hujan di bawah rata-rata. Musim kemarau yang panjang akan menyebabkan kekeringan karena cadangan air tanah akan habis akibat mengalami penguapan (evaporasi), transpirasi, ataupun penggunaan lain oleh manusia.
Kekeringan dapat menjadi bencana alam apabila mulai menyebabkan suatu wilayah kehilangan sumber pendapatan akibat gangguan pada pertanian dan ekosistem yang ditimbulkannya. Singkatnya kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi, lingkungan dan kebutuhan lainnya.
Data dari BNPB menerangkan bahwa musim kemarau kali ini telah menyebabkan kekeringan dan krisis air di 105 kabupaten/kota, 715 kecamatan, dan 2.726 kelurahan/desa yang mengalami kekeringan di wilayah Pulau Jawa dan Nusa Tenggara. Hampir 4 juta jiwa masyarakat terdampak kekeringan sehinga memerlukan bantuan air bersih.
Secara sederhana dengan minimnya air bersih di masyarakat maka dapat diprediksi bahwa asupan pangan, sanitasi dan lingkungan akan berpotensi terjadi problem kesehatan masyarakat terutama munculnya berbagai penyakit. Dalam masyarakat dampak kekeringan yang paling terasa antara lain minimnya sumber air baik sumur, sungai, kolam air hingga waduk bahkan diantaranya telah mengering sehingga masyarakat kian kesulitan memperoleh pasokan air bersih.
Kondisi tersebut akan berresiko terjadi problem sosial sebab air bersih merupakan kebutuhana mutlak keseharian warga masyarakat. Krisis pangan akan terjadi, penyakit terus mengintai bahkan tak menutup kemungkinan akan terjadi tindakan kriminalitas di masyarakat. Resiko lain dampak kekeringan adalah kian rentan terjadinya kebakaran. Suhu tinggi merupakan kondisi yang paling mudah terjadinya bahaya kebakaran (hutan, rumah, gudang maupun industri lain).
Dampak Kesehatan
Secara biologis, lebih dari 80 persen komposisi tubuh kita adalah cairan (air) baik dalam bentuk darah, enzim, maupun senyawa lain sehingga asupan air menjadi kebutuhan esensial manusia. Kelangkaan air bersih dapat menjadi pemicu muncul problem kesehatan masyarakat seperti akibat kurangnya pasokan bahan pangan.
Persediaan pangan yang tidak mencukupi juga merupakan awal dari proses terjadinya penurunan derajat kesehatan yang dalam jangka panjang akan mempengaruhi secara langsung tingkat pemenuhan kebutuhan gizi. Yang paling nyata adalah dampak sengatan panas karena kenaikan suhu udara, dehidrasi karena kekuarangan asupan oksigen dari air dan udara bersih merupakan ancaman langsung yang serius.
Dehidrasi merupakan salah satu pemicu gangguan kesehatan yang nyata baik skala ringan, sedang hingga berat. Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan terlalu banyak cairan atau tidak mendapatkan cukup air. Kehilangan cairan tubuh dapat mengakibatkan hilangnya elektrolit termasuk natrium, kalium, kalsium, dan magnesium yang diperlukan tubuh, jika kondisi ini terus berlanjut apalagi disertai demam, diare, muntah maka akan terjadi mudah sekali mengalami kelelahan, munculnya penyakit kulit, asma, kolesterol, hipertensi hingga ganguan fungsi ginjal (gagal ginjal).
Salah satu cara yang paling mudah dan sederhana untuk mengetahuinya yaitu dengan melakukan tes urin. Ketika urin berwarna bening atau kuning, kemungkinan tubuh sudah mendapatkan cukup air. Sedangkan jika urin berwarna gelap atau kuning pekat, maka tingkatkanlah jumlah asupan cairan sehat untuk tubuh. Selain itu dehidrasi dapat mengakibatkan penyusutan volumen otak manusia.
Aspek kecukupan cairan memang mempengaruhi kecukupan pasokan zat-zat penting yang dibutuhkan sel otak untuk bekerja oleh karena itu jika cairan yang dibutuhkan kurang, maka kebutuhan pasokan zat penting itu juga pasti bermasalah. Ancaman lainnya adalah terjadinya heat syndrome yakni gejala penyakit akibat paparan panas pada tubuh. Kondisi tersebut berawal dari heat rash merupakan gejala awal dari yang berpotensi menimbulkan penyakit akibat tekanan panas yang ditandai dengan keringat tidak mampu menguap dari kulit dan pakaian.
Kemudian timbul heat syncope adalah gangguan induksi panas yang lebih serius yakni kepala terasa pening dan pingsan lalu munculheat cramp berupa gejala rasa nyeri dan kejang pada kaki, tangan dan abdomen dan banyak mengeluarkan keringat. Hal ini disebabkan karena ketidakseimbangan cairan dan garam selama melakukan aktivitas fisik berat di lingkungan yang panas. Kemudian terjadi heat exhaustion diakibatkan oleh berkurangnya cairan tubuh atau volume darah.
Kondisi ini terjadi jika jumlah air yang dikeluarkan seperti keringat melebihi dari air yang diminum selama terkena panas. Tahap selanjutnya yang paling ditakuti adalah serangan heat stroke adalah penyakit gangguan panas yang mengancam nyawa yang terkait dengan kegiatan pada kondisi sangat panas dan lembab. Penyakit ini dapat menyebabkan koma dan kematian dengan gejala dari penyakit ini adalah detak jantung cepat, suhu tubuh tinggi 40o C atau lebih, panas, kulit kering dan tampak kebiruan atau kemerahan, tidak ada keringat di tubuh, menggigil, muak, pusing, kebingungan mental dan pingsan.

                                                                                              ———– *** ————-

Rate this article!
Tags: