Kontes Ternak Diharap Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Peternak Bondowoso

Bupati Bondowoso Drs H Amin Said Husni Memberikan sambutan dalam acara Kontes ternak Bondowoso tahun 2017 di alun-alun Ki Ronggo. (Samsul Tahar/Bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Bupati Bondowoso Drs H Amin Said Husni berharap kontes ternak yang diadakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso setiap tahun ini bisa berdampak pada kesejahteraan peternak di Kabupaten Bondowoso.
Hal ini disampaikan Amin Said Husni saat memberikan sambutan dalam ajang Kontes Ternak Kabupaten Bondowoso tahun 2017, Kamis (7/9) di Alun-alun Ki Bagus Asra Bondowoso. “Kontes ternak yang kita laksanakan setiap tahun ini kita dorong untuk upaya peningkatan mutu genetik melalui teknologi inseminasi buatan (IB),” tutur Amin.
Menurut Amin, di Bondowoso sudah berkembang sapi-sapi unggul. Sapi-sapi unggul tersebut, kata Amin, jika ditinjau dari sisi harga, tentu lebih mahal dari sapi yang tidak unggul. “Ketika sapi itu unggul tentu harganya cukup mahal. Jika harganya cukup mahal, maka peternak sapi akan meningkat kesejahteraannya,” imbuhnya.
Data yang diterima Bupati Amin Said Husni sebagaimana dibeberkan dalam sambutannya diketahui ada sekitar 46 ribu pedet (anakan) yang lahir di Bondowoso. Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Teknis Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Suhariyatta menyatakan kualitas sapi di Kabupaten Bondowoso patut diperhitungkan di Jawa Timur.
“Tadi bisa kita lihat sapi dari peternak Bondowoso bobotnya bisa sampai 1,286 ton. Ini bukti bahwa Bondowoso patut diperhitungkan sebagai penghasil kualitas unggulan di Jawa Timur,” tutur Suhariyatta usai menghadiri Kontes Ternak di Kabupaten Bondowoso, Kamis (7/9) kemarin.
Untuk kategori sapi kereman, pemenang diraih oleh sapi milik H Kuswono dengan berat badan sebesar 1,286 ton. Sapi ini juga sebelumnya menang dalam Kontes Ternak di Kabupaten Situbondo yang diselenggarakan Agustus lalu.
Suhariyatta menambahkan saat ini BBIB Singosari memang tengah fokus dalam peningkatan kualitas pejantan yang digunakan untuk inseminasi buatan. Hal ini kata dia, dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan mutu genetik ternak yang ada di Jawa Timur. “Kriteria menjadi pejantan diantaranya, dari performa, kualitas sperma dan umurnya antara 3-7 tahun,” katanya.
Saat ini, Bondowoso menjadi lima besar daerah penghasil daging terbesar di Jawa Timur. Bondowoso juga menjadi pilot project  untuk penghentian pemotongan sapi induk betina produktif. Sebanyak 158 ternak ikut berpartisipasi dalam Kontes Ternak Sapi Inseminasi Buatan yang digelar 6-7 September.
Dalam acara tersebut, hadir Wakil Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, Kapolres Bondowoso AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, Dandim 0822 Tarmudji, Sekda Bondowoso Hidayat, dan beberapa Kepala Dinas di Lingkungan Pemkab  Sementara, informasi yang diterima Bhirawa, harga paling bawah untuk satu ekor pedet  bisa mencapai Rp 8 juta. Rata-rata Rp 10 juta.
Kontes Ternak Bondowoso tahun 2017 ini melombakan tujuh kategori dengan 158 ekor sapi sebagai peserta. Berikut adalah juara kontes ternak Kabupaten Bondowoso tahun 2017: Kategori Pedet Jantan hasil IB (I. Kec. Grujugan, II Kec. Tegalampel, III. Kec. Tenggarang), Kategori Pedet Betina Hasil IB (I. Kec. Wringin, II. Kec. Tamanan, III. Klabang). Kategori sapi calon Induk Hasil IB (I. kec. Botolinggo, II. Kec. Binakal, III. Kec. Tegalampel).
Kategori Sapi Induk Hasil IB (I. Kec. Jambesari DS, II. Kec. Tamanan, III. Kec. Bondowoso).
Kategori Sapi Induk Lokal (Kec. Tegalampel, II. Binakal, III. Kec. Taman Krocok). Kategori Sapi Calon Kereman Hasil  IB (Kec. Maesan, II. Kec. Tamanan, III. Kec. Pujer). Kategori Sapi Kereman Hasil IB (Kec. Maesan, II. Kec. Tegalampel, III. Kec. Maesan). [har]

Tags: