Klenteng Eng An Kiong Kota Malang Bagikan Sembako

Masyarakat rela antri untuk mendapatkan sembako dari Klenteng Eng An Kiong. [ m taufik/bhirawa]

Kota Malang, Bhirawa
Kerukunan antar umat beragama di Kota Malang benar-benar terjalin dengan rapi. Tidak terpengaruh dengan situasi luar negeri, yang ribut  yang melanda umat Islam di Rohingnya. Klenteng Eng An Kion, setiap tahun selalu membagikan sembako kepada warga Kota Malang.
Ini merupakan  wujud kebersamaan dan kerukunan umat beragama ditunjukan oleh warga Klenteng Eng An Kiong Kota Malang. Tahun ini Klenteng terbesar di Kota Malang itu,   membagikan 7.000 paket sembako untuk masyarakat sekitar.
Bunsu Anton Anton Triyono, salah satu tokoh Eng An Kiong kepada wartawan, Selasa 5/9 kemarin, mengutarakan,  tahun ini proses pembagian paket sembako untuk warga sekitar klenteng lebih tertib. Jumlahnya turun dibandingkan tahun 2016. Tahun lalu paket sembako yang disiapkan panitia sebanyak 12.000 paket.
Hal ini menunjukan program pengentasan kemiskinan yang direncanakan pemerintah Kota Malang dibawah kepemimpinan Wali Kota Malang H. Moch. Anton berjalan dengan   sukses.
“Kami selalu berayukur kepada Tuhan, setiap tahun bisa memggelar acara sedekah bumi. Dengan membagikan paket sembako. Paket ini berisi beras 5 kg dan mie instan,  kepada saudara kita disekitar klenteng,”urai Bunsu  Anton.
Ia menyampaikan, kegiatan semacam ini sudah berlangsung ratusan tahun lalu. Bahkan   warga Klenteng Eng An Kiong selalu peduli terhadap urusan kemanusian. Salah satu contohnya didalam area klenteng disiapkan Balai pengobatan untuk masyarakat umum.
“Hidup itu harus disyukuri. Manusia diturunkan ke dunia tujuannya untuk menikmati ciptaan Tuhan. Tapi jangan lupa berbagi kepada sesama. Kalau ingin hidup tenang dan sehat harus peduli terhadap urusan kemanusiaan,” jelas dia.
Diterangkan dia, paket sembako yang dibagikan kepada penduduk disekitar klenteng berasal donatur. Yang mendasari kegiatan ini adalah keprihatinan jemaat Klenteng Eng An Kiong terhadap saudaranya yang hidup kekurangan.
Menurut Anton, saat ini dibumi belahan utara sedang musim paceklik. Tidak ada panen dari ladang dan sawah. Karena dibumi belahan utara sedang musim panas. “Berawal dari situ kita yang tinggal didaerah tropis. Ingin berbagi untuk saudara kita yang membutuhkan,”terangnya.
Semntara itu, Rohaniawan umat Kong Hucu WS Endong menambahkan, ritual sedekah bumi merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan YME. Atas pemberian rezeki yang bersumber dari alam.
Dulu proses sedekah bumi dilaksanakan dihalaman Klenteng Eng An King. Caranya dengan berebut sesambahan berupa buah buahan dan bahan pokok. Tapi setelah itu prosesnya diubah. Pengurus klenteng membagikan bahan pokok kepada masyarakat sekitar.
“Kita melihat jumlah kepala. Kalau ada ibu hamil ikut antri. Maka akan diberi dua paket sembako. Karena didalam rahimnya sudah ada janin manusia. Kita wajib memberi santunan juga untuk janinnya,”imbuhnya.
Kegiatan semacam ini dilakukan warga Klenteng Eng An Kiong setiap bulan ke 7 tanggal 15 dipenanggalan China. “Kegiatannya kita awali dengan sembahyang dulu. Lalu kita lanjutkan dengan penyerahan paket sembako kepada masyarakat,” ucap dia.
Romlah, warga Kelurahan Buring, Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang,  sangat senang telah menerima paket sembako dari warga Klenteng Eng An Kiong. Ia rela antri didepan pintu klenteng  mulai pukul 06.00 WIB.
Dia menyampaika, tiap tahun  mengikuti kegiatan semacam ini. Walaupun antri dan harus berdesak desakan. Tidak masalah, yang penting mendapat bagian. Ia lantas berdoa,  Semoga warga Klenteng Eng An Kiong selalu diberi kesehatan dan kemurahan rezeki,” ungkapnya dengan wajah berseri sembari membawa sembako dipundaknya.[mut]

Tags: