Kepala BKD Blusukan ke Dindik Jatim

Kepala BKD Jatim Siswo Haroetoto

Saiful Akui Tak Tahu Persis Tujuan Heroetoto
Dindik Jatim, Bhirawa
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim Siswo Haroetoto menarik perhatian kalangan pegawai Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim. Selain rajin blusukan, isu tentang adanya mutasi menjadi bahan pembicaraan hangat. Di sisi lain, blusukan juga di luar sepengetahuan Kepala Dindik Jatim Saiful Rachman.
Kunjungan Heroetoto seorang diri cukup menarik lantaran dilakukan sore hari selepas jam kerja, Jumat (15/9). Tujuannya adalah ruang kerja Kepala Bidang Pembinaan SMA Dindik Jatim. Menurut informasi, kedatangan Heroetoto ke bidang tersebut bukan pertama kalinya melainkan sudah beberapa kali.
Kepala Dindik Jatim Dr Saiful Rachman dikonfirmasi terkait blusukan Kepala BKD ke Bidang Pembinaan SMA mengaku tidak mengerti. Sebab, pada saat Heroetoto tiba di Jalan Gentengkali 33 tersebut Saiful masih berada di luar kantor. “Saya sendiri tidak tahu (blusukan). Karena waktu Pak Heroetoto datang saya sedang keluar. Tapi terus setelah itu ketemu saya,” tutur Saiful dikonfirmasi kemarin.
Terlepas soal blusukan, Saiful membenarkan pihaknya memiliki janji bertemu dengan Heroetoto. Namun, tujuan pertemuannya adalah membicarakan terkait standarisasi guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Standarisasi ini dibutuhkan sebagai bahan untuk pembuatan Pergub sebagai tindak lanjut dari program 10 ribu posyandu yang sudah berjalan baik.
“Program 10 ribu posyandu yang digalakkan Ketua TP PKK Jatim itu kan progressnya sudah pesat. Bahkan mencapai 12 ribu. Tapi dari jumlah tersebut masih 29 persen yang terstandar dengan baik,” tutur Saiful.
Disinggung soal mutasi pegawai di lingkungan Dindik Jatim, Saiful membantah. Sebab, saat ini pihaknya telah kehabisan staf potensial untuk dipromosikan. Baik dari staf ke eselon IV maupun dari eselon IV ke eselon tiga. “Tidak ada promosi karena tidak ada yang akan pensiun juga. Kita sendiri sudah kehabisa, staf-staf potensial sudah kita bagi ke cabang-cabang dinas,” terang Saiful.
Saiful mengakui, saat ini Dindik Jatim tengah mengusulkan promosi untuk jabatan sekitar 20 kepala sekolah. Promosi ini lantaran sekolah yang ada masih dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) maupun kepala sekolah yang akan pensiun. “Kita presentasikan juga ke BKD bahwa penilaian kita dalam promosi kepala sekolah itu obyektif bukan karena subyektifitas,” terang Saiful.
Calon kepala sekolah, harus memenuhi syarat. Diantaranya telah lulus diklat calon kepala sekolah yang digelar oleh Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Solo atau Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). “Sebenarnya yang diakui itu LPPKS. Tapi karena daerah sebelumnya sudah ada yang menggunakan LPMP, maka tetap kita akomodir,” tutur Saiful.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala BKD Jatim Heroetoto mengaku, blusukan dilakukan untuk membahas usulan penyusuan standarisasi guru-guru PAUD di Jatim. Lantaran Kepala Dindik Jatim belum ada di tempat, pihaknya pun berinisiatif mendatangi Bidang Pembinaan SMA.
“Nunggu Pak Saiful lalu jalan-jalan ke Dikmenum (Sekarang Bidang Pembinaan SMA). Pas ada BPK dan Irjen juga,” kata Heroetoto.
Heroe juga mengaku, tindakannya adalah hal yang wajar karena dia sendiri merupakan alumni pegawai Dindik Jatim. “Apa ada larangan kalau kepala SKPD bertamu ke SKPD lain? Di BKD itu, siapapun boleh,” tutur dia. [tam.iib]

Rate this article!
Tags: