EDL Negara Laos Belajar Pengelolaan CSR di Kab.Probolinggo

EDL Laos Tertarik Pengelolaan Pertanian Organik Gapoktan Alam Hijau.

Kab.Probolinggo, Bhirawa
Keberadaan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Alam Hijau Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo mengundang perhatian warga dunia. Salah satunya perusahaan listrik tersebut dikunjungi perwakilan perusahaan listrik dari Laos Electricite Du Laos (EDL) asal Laos .
Perusahaan EDL kemarin  belajar pengelolaan program jejaring pertanian berkelanjutan berbasis sistem pertanian organik, yang selama ini diterapkan oleh kelompok tersebut.
Program lingkungan yang dilakukan Gapoktan Alam Hijau merupakan bagian dari corporate social responsibility (CSR) PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) UP Paiton .Program CSR berupa Pertanian organik tersebut dikonsentrasikan di Desa Mojolegi dan Ranuwurung, Kecamatan Gading dikunjungi sejumlah delegasi EDL.
Dikatakan, mereka ingin belajar tentang program yang dimiliki anak perusahaan PLN tersebut. Selanjutnya, EDL akan menyadur program tersebut dan diterapkan ke masyarakat Laos agar bisa mendiri.
“Kami memilih program CSR yang mendorong perekonomian. Kami ingin menggali lebih dalam tentang pertanian berkelanjutan berbasis sistem pertanian organik. Dan nantinya, kami ingin menjalin kerja sama dengan program lainnya,” ujar Environment Division Manager EDL Vilaxay Thiravong, Selasa 12/9.
Menurut Vilaxay, sistem pertanian organik menjadi menarik, bukan semata-mata pada pengelolaannya, melainkan juga kiprahnya dalam mendorong peran masyarakat. Tidak mudah mengelola program sosial sebuah perusahaan. Beberapa waktu lalu, perusahaannya sempat memprogramkan CSR budidaya lele, seperti yang digagas PJB di Probolinggo.
Namun, program itu gagal. Respons masyarakat kurang dan hanya menggantungkan setoran anggaran. Kondisi tersebut berbeda jika dibandingkan dengan program Sistem Pertanian Organik. Keterlibatan dan kesadaran warga sangat tinggi. “Bisnis dan tata kelola pertanian organik ternyata menarik,” papar Vilaxay.
Manager Keuangan dan Administrasi PT. PJB unit Paiton, Hendang Suroso, mengatakan, kunjungan  studi banding yang dilakukan oleh Electricite Du Laos ke UP PJB Paiton merupakan suatu kehormatan dalam rangkaian hubungan kerjasama selama ini.
Program ini menarik, karena mengajak petani untuk tidak bergantung pada pupuk dan pestisida kimia. “Harapannya kedepan nanti kelompok ini bertambah dengan memunculkan kelompok tani baru,” tandasnya.
Karena dianggap memiliki potensi besar dalam programnya khususnya CSR. Untuk Sistem Pertanian Organik yang mendapat pendampingan dari perusahaannya masih sekitar 50 kelompok tani. Dengan program ini, diharapkan petani menghilangkan ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia. “Harapannya kedepan nanti kelompok ini bertambah dengan memunculkan kelompok tani baru, “tambahnya.(Wap)

Tags: