Dinilai Juri dari Industri, Kecepatan dan Ketepatan Jadi Kunci

Kepala Cabang Dindik Jatim Wialayah Surabaya Sukaryantho menyaksikan keuletan Robinson, siswa SMKN 2 Surabaya mengerjakan overhaul dengan tim penilai dari dunia industri.

Pacu Kontingen Surabaya Menuju LKS SMK Jatim 2017
Surabaya, Bhirawa
Atmosfer persaingan siswa SMK berburu tiket menuju Loba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Jawa Timur mulai hangat di Surabaya. Sekolah-sekolah mengirimkan siswa terbaiknya untuk bisa tampil di ajang bergengsi tersebut. Kecepatan dan ketepatan melaksanakan tugas pun jadi taruhan di hadapan para juri yang didatangkan langsung dari dunia industri.
Robinsan, siswa SMKN 2 Surabaya merasakan betapa ketatnya kompetisi itu. Siswa kelas XII itu mengikuti seleksi di bidang otomotif di sekolahnya sendiri. Tugasnya melakukan overhaul engine. Pengukuran dan pemeriksaaan komponen harus dia lakukan secara cepat. Tak lebih dari 60 menit.
“Ini buru-buru dikejar waktu. Tugasnya tidak ada masalah,” tutur Robinson sambil tetap sibuk dengan perkakas otomotifnya. Tidak hanya mengukur dengan micrometer dan silinder, Robinson juga harus menuliskan hasil pengukurannya untuk menjawab tugas-tugas di atas kertas.
Ilham Riskianto, dewan juri dari Honda Citra Cakra Surabaya menjelaskan, dalam bidang ini terdapat sejumlah jenis keahlian. Selain overhaul engine, ada transmisi manual, kelistrikan, tune up dan pemeriksaan rem. “Mereka mendapat alat praktik dan harus bisa menemukan permasalahannya kemudian menyelesaikannya dalam waktu tertentu,” tutur Ilham.
Dia mencontohkan, dalam pengukuran blok mesin jika siswa mengerti ukurannya terlalu longgar maka otomatis piston harus diganti. Di situ, butuh kecepatan dan ketepatan siswa melakukan pengukuran komponen. Di sini kelemahannya. Sebagian siswa, khususnya yang bukan dari sekolah negeri dikatakannya masih sering lengah dalam mengkalibrasi micrometer dan tidak menguasai silinder.
“Mungkin karena kurang latihan atau keterbatasan alat di sekolahnya. Rata-rata hanya dari siswa sekolah negeri yang sudah paham dan bagus,” tutur Ilham.
Selain otomotif, SMKN 2 Surabaya juga menjadi tempat seleksi untuk program keahlian teknik bangunan. Yudono, siswa kelas XII asal SMKN 3 Surabaya tampak optimis setelah menyelesaikan 12 gambar rancang bangun rumah yang dibuat dalam bentuk dua dan tiga dimensi. Layaknya arsitektur kawakan, mereka diminta mendesain rancang bangun rumah sesuai skala yang diminta. Tidak hanya itu, mereka juga diminta menentukan spesifikasi material yang akan digunakan untuk membangun.
“Pada gambar dua dimensi, kita diminta membuat denah tampak depan, tampak samping dan potongan bangunan. Sementara untuk gambar tiga dimensi tugasnya mendesain bangunan sehingga tampak oleh sudat pandang manusia dan mata elang,” kata dia.

Tags: