Dari House Keeping Hingga GM

Fajar Subeni

Fajar Subeni
Perjalanan karier memang tidak selamanya mulus dan untuk mendapatkannya bisa dilakukannya mulai dari pekerjaan paling bawah hingga menjadi seorang general manager.
General Manager Grand Inna Tunjungan Hotel, Fajar Subeni  salah satunya yang sudah mencicipi asam manisnya bekerja di perhotelan. “Cita-cita ingin menjadi personel TNI, tapi karena tidak lolos ujian Akabri saya banting setir ke dunia perhotelan,” ungkap Subeni yang mengawali karier di perhotelan sejak tahun 1984.
Subeni pun mengawali pekerjaan pertamanya di  Inna Garuda Yogyakarta menjadi house keeping. “Itu pekerjaan pertama tapi seiring dengan waktu dan berkat ketekunan akhirnya mulai naik ke bagian dapur, F&B dan Chef,” ujarnya.
Bagi Subeni menjalani proses yang panjang mulai dari menjadi house keeping, dapur, F&B dan chef hingga akhirnya manajemen memberinya kepercayaan yang lebih menjadi GM di Grand Inna Tunjungan.
“Dipercaya menjadi GM membuat saya harus keluar dari kota Yogyakarta karena pada saat itu saya jdi GM di Inna Tretes dan Inna Simpang,” katanya.
Namun setelah Subeni masuk kedalam manajemen banyak pelajaran yang didapatkannya untuk memacukan sebuah hotel berbintang juga sekaligus menghadapi persaingan antar hotel yang ada di Jatim.
“Tantangan hotel di Yogyakarta, Surabaya dan Tretes berbeda, Hotel Surabaya dominasi bisnis bukan leisure. Karenanya akhir pekan atau liburan justru sepi, berbeda dengan Yogyakarta, tretes yang mayoritas leisure. Dari perbedaan ini pasti treatment nya juga berbeda disinilah tantangannya” terangnya.
Dengan persaingan yang ketat membuat kondisi yang sangat kompetitif ditandai semakin meningkatnya tuntutan service, persaingan harga, pengaruh sarana dan aksesibilitas terhadap tingkat hunian dan berbagai faktor lainnya.
“Industri perhotelan juga sangat dipengaruhi oleh situasi perekonomian dan politik global,” pungkasnya. [riq]

Rate this article!
Tags: