Cukai Tembakau Provinsi Jatim Tembus Rp 77,74 Triluan

Kepala Beperwil V Prov. Jatim Jember R.Tjahjo Widodo, SH.M.Hum saat membuka Seminar Tembakau yang digelar oleh UPT.PSMB LT Dinperindag Jatim di Jember, di hallroom hotel Dafam Jember kemarin.

Jember, Bhirawa
Tembakau Jatim memberikan kontribusi besar dalam percukai nasional. Berdasarkan data, di tahun 2016 tembakau Jatim sokong Rp.77,74 Triliun atau 52 %  cukai nasional sebesar Rp.148 Triliun.
Hal ini terungkap  saat Seminar Nasional Tembakau yang digelar oleh UPT.Pengujian Sertifikasi Mutu Barang dan Lembaga Tembakau (PSMB LT) Disperindag Jatim di Jember, Senin (25/9).
Kegiatan yang digerlar selama 2 hari (25-26 September 2017) diikuti oleh pihak pabrikan, ekportir, asosiasi petani tembakau  dan dinas terkait , dibuka oleh Kepala Basan Perwakilan Wilayah V Pemprov Jatim di Jember R.Tjahjo Wibowo, SH, MHum.
Dinas Perkebunan Jatim yang diwakili oleh Ir. Hani Muhardiono, MM, Kepala Bidang Tanaman Semusim Dinas Perkebunan Prov. Jatim mengatakan, luas areal setiap tahunnya mengalami naik turun. Berdasarkan data, ditahun 2016 luas areal berkisar 64.143 hektar dengan produksi 42.191 ton. Sedang produksi rokok 206,7 milyar batang dari 348,12 milyar produksi nasional. Sedang jumlah pabrikan besar maupun kecil di Jatim berjumlah 425 unit.
“Turunnya luas areal tanam ditahun 2016 ini dikarenakan anomali cuaca, sehingga banyak petani yang enggan menanan tembakau. Selain itu, issu ratifikasi pengendalian tembakau melalui Framework Convention on Tobacco Control (FCTC)  yang mengatur tentang kesehatan juga menjadi persoalan.Hal ini jelas akan berpengaruh pada kontribusi cukai tembakau ditahun 2017 ini,” ujar Hani dihadapan peserta seminar.
Menurut Hani, tanaman tembakau di Jatim sudah menjadi tradisi dan untuk dihilangkan. Oleh karena itu, lembaga Disbun Jatim terus mendorong agar produsifitas terus meningkat.
“Kami terus memberikaan bantuan pupuk dan perlatan pertanian. Setiap tahun kami membantu pupuk 7 ribu ton dan handtractor dan pembibitan. Hanya itu, karena memang
anggarannya terbatas. Terkait ratifikasi FCTC Pemprov Jatim telah berkirim surat kepada Presiden agar tidak segera menandatangi ratifikasi FCTC tersebut” ujarnya.
Sementara Kepala UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang – Lembaga Tembakau (PSMB LT) Disperindag Prov. Jatim Di Jember Ir. I. Nyoman Desak Siksiawati mengatakan, seminar ini sengaja digelar setiap tahun untuk membahas isu terkait pertembakauan di Jatim.
” Dari seminar ini nanti akan terjalin komunikasi antara petani dan pabrikan serta pemangku kebijakan terkait pertembakauan. Selain itu, seminar ini juga memberikan semangat bagi para petani, agar tidak terpengaruh issu yang berkembang,” tandasnya singkat.(efi)

Tags: