Kodim Gelar Rakor Bersama Bulog – Distan Kabupaten Tuban

Bersama Kadistan Tuban dan Kasub Bulog Divre Bojonegoro, dan Dandim 0811 Letkol Inf Sarwo Supriyo, saat memimpin Rakor di Aula letda Sucipto Makodim Tuban. (Khoirul Huda/bhirawa)

Tuban, Bhirawa.
Bersama Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0811 Tuban, Sub Bulog Divre Bojonegoro dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Kabupaten Tuban gelar rapat koordinasi (Rakor) pencapaian target luas tambah tanam (LTT) dan serapan gabah petani (Sergap) tahun 2017.
Rakor yang juga dihadiri kepala UPTD Pertanian se-Kabupaten Tuban, jajaran Danramil Kodim 0811 serta perwakilan Gapoktan wilayah Kabupaten Tuban ini dipimpin langsung oleh Dandim 0811 Letkol Inf Sarwo Supriyo, di Aula letda Sucipto Makodim (10/8/2017).
Dalam sambutannya, Dandim 0811 Letkol Inf Sarwo Supriyo mengatakan bahwa momen tersebut sangat baik bagi Kodim sebagai Tim Pendamping untuk mengevaluasi hasil panen terkait dengan LTT serta Sergap yang dilakukan bersama dengan semua pihak selama ini.
“Hubungan LTT dengan Sergap ini harus seimbang, LTT bisa kita genjot akan tetapi untuk Sergap harapannya bisa selaras. Ini menjadi masukan kita, tanpa LTT yang baik maka Sergapnya tidak akan mendapatkan hasil yang baik pula,” kata Dandim.
Rakor dalam rangka pemenuhan target LTT padi selama 6 bulan (April-September 2017) dan Sergap tahun 2017 di Kabupaten Tuban, karena sampai saat ini capaian Kabupaten Tuban belum memenuhi target yang ditentukan pemerintah.
“Target kita minimal 56 ribu ton tahun ini, sedangkan saat ini baru tercapai 46 persen atau 26 ribu ton gabah petani setara beras, masih jauh dari target yang tentukan pemerintah. Sementara untuk pencapaian target LTT sendiri masih wajar,” jelas Sarwo.
Dandim juga berharap melalui Rakor, petani, pengusaha gilingan padi bisa membangun kerja sama yang baik dengan Babinsa dan pihak Bulog, agar dapat mencapai target tersebut sesuai yang diharapkan oleh pemerintah yaitu swasembada pangan.
“Kita bekerja untuk rakyat, pemerintah juga sudah banyak membantu petani, saya berharap petani bersedia menyisihkan hasil panen padi pada musim panen pertama tahun ini sebanyak 25 persen untuk dijual ke Bulog, guna memenuhi stok Bulog sesuai target dari pemerintah,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kadistan Kabupaten Tuban, Murtadji mengatakan, di wilayah Kabupaten Tuban target LTT sudah mencapai 97 persen, hal ini sudah sesuai target yang diinginkan, sedangkan Sergap baru mencapai 46 persen dan masih belum mencapai target,  namun diprediksikan dengan sisa waktu 2 bulan ini target tersebut akan terpenuhi.
“Kita juga tidak mau kalah dari Kabupaten lamongan dan Bojonegoro, saya optimis dengan sisa waktu dua bulan target tersebut akan terpenuhi,” harapnya.
Sementara, Kasub Bulog Divre Bojonegoro, Irsan Nasution, menyampaikan perihal perubahan harga pembelian Beras dan gabah kering giling (GKG) oleh Bulog per tanggal 7 Agustus 2017, yang semula harga GKG Rp. 4.600 menjadi Rp. 5.115 /Kg dan harga beras yg semula Rp. 7.300 menjadi Rp. 8.030 /Kg dengan standar Kadar Air 14%, Broken 20%, Sosoh 95% dan Menir 2 %. (hud)

Tags: