Kabupaten Madiun Ekspor Tanaman Porang ke Negara Jepang

Bupati Madiun, H. Muhtarom, S.Sos memberikan bantuan kepada warga kurang mampu saat kegiatan sarasehan BST di Desa Klangon Kecamatan Saradan Kab Madiun, Selasa malam (8/8). [sudarno/bhirawa]

Kab.Madiun,Bhirawa
Tanaman Porang (amorphopallus oncophillus)  yang biasa tumbuh di pinggir hutan dan tidak dimanfaatkan kecuali dimakan layaknya kentang , ternyata menjadi  komoditas ekspor bagi Kabupaten Madiun.
Di eksport ke negara Jepang , Porang dipergunakan berbagai keperluan sepeti obat, kosmetik. lapisan pembuatan kapsul, kripik dan sebagainya
Pusat budi daya Porang di kabupaten madiun terutama di Desa Klangon, desa di lembah Gunung Pandan yang berdekatan dengan Kabupaten Bojonegoro. Hasil ekspor Porang meningkatkan daya ekonomi masyarakat setempat. Salah satu inikatornya adalah , penduduk Klangon berhasil melunasi Pajak Bumu dan Bangunan tepat waktu.
Saat mengunjungi desa Kalngon, Bupati Madiun, H. Muhtarom, S.Sos, menyatakan, terima kasih kepada pemerintah Desa Klangon karena pajak Desa Klangon sudah lunas. Menurut Bupati Muhtarom,  ia mengapresiasi kepada masyarakat terutama tepian hutan karena dengan hasil Porang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Klangon dan sekitarnya.
“Karena tanaman porang selain diolah menjadi makanan, juga dieksport ke negara Jepang sebagai tanaman yang digunakan untuk obat. kosmetik. lapisan pembuatan kapsul, kripik dan sebagainya,” ujar Buapti Muhtarom saat membuka Bhakti Sosial Terpadu.(BST) di Desa Klangon, Kec Saradan Kab. Madiun, Rabu (9/8).
Pada kesempatan itu Bupati Muhtarom juga meminta agar pemerintah desa Klangon harus berhati-hati dan tertib hokum dalam mengelola anggaran Dana Desa.
“Karena itu, Kepada kepala desa untuk selalu berhati – hati dalam mengelola anggaran desa. agar tidak bermasalah dengan hukum,”kata bupati Muhtarom dapa acara Saresahan BST di Desa Klangon Kecamatan Saradan Kab Madiun, Selasa malam (8/8).
Sementara Kepala Desa Klangon Didik Kuswandi,  menyampaikan Desa Klangon merupakan desa yg jauh dari perkotaan merupakan penghasil porang terbesar. Berharap porang ini akan menjadi icon desa Klangon dan dapat lebih mensejahterakan masyarakat. Kekurangan desa Klangon disini merupakan desa yang sulit dari komunikasi. karena jauh dari signal.
“Untuk itu, kami (kades Klangon. Red)  berharap kepada bupati agar dapat memberikan bantuan komunikasi agar warga masyarakat lebih mudah melakukan komunikasi menggunakan telekomunikasi,”katanya berharap.
Dalam acara BST tersebut turut hadir Bupati dan Wakil Bupati Madiun beserta jajarannya, Danrem 081 Dirotsahajaya, Kepala Bakorwil Madiun, Forkopimda Kab.Madiun, anggota DPRD Kab. Madiun, Muspika Kec. Saradan, ADM  KPH Saradan dan Lawu DS, Dirut Bank Jatim, para tamu undangan serta warga masyarakat Desa. Klangon, Kec.Saradan, Kab.Madiun.
Sebagaimana biasanya kegiatan BST ini diawali dengan olahraga bola volley bersama antara  tim bola volly Desa Klangon dan Pemerintah Kab.Madiun, dilanjutkan Sarasehan untuk menjaring aspirasi masyarakat pada malam hari,paginya  mengunjungi warga kurang mampu dan sedang sakit, kerja bhakti pengaspalan jalan, Pasar Murah, Pelayanan administrasi ( KTP, KK, Akte Kelahiran) SIUP, SIM, Kartu Pencari Kerja, SKCK Kepolisian, Legalisir Surat Nikah dan Ijasah, Pelayanan Kesehatan gratis dengan melibatkan Dokter Spesialis, Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor, Donor Darah, Pemeriksaan kesehatan ternak, Kawin suntik ternak dan sebagainya.
Kesempatan itu, bupati Madiun, Muhtarom, bantuan sembako untuk 50 orang dari REI Komisariat Madiun dengan nilai total  Rp5 juta. Berikan  beasiswa pendidikan dari Bank Jatim Cabang Madiun untuk sepuluh siswa di Desa Klangon,  masing masing menerima Rp200 ribu,  penyerahan hadiah lunas jatuh tempo tahun 2017 untuk Desa Klangon.
Hal lainnya, bupati Muhtarom juga menyetujui  permintaan bantuan warga masyarakat diantaranya :bantuan bibit tanaman jeruk besar, bibit ikan beserta terpal, traficcon, pengadaan aspal RT 10 dan 11 Desa Klangon volume 360 x 3, bibit holtikultura cabe terong dan tomat, ternak kambing, penerangan jalan umum, kultufator, bibit jagung, bibit padi, rehab jalan pu dengan panjang 2.855 m dan drainase dengan panjang 1065 m, modal usaha umkm 20 orang,  pengeras suara, al quran dan iqro, keybord dan perlengkapan alat hadroh. [dar]

Tags: