JCH Pamekasan Diminta Jaga Nama Baik Bangsa dan Negara

Wakil Bupati Pamekasan, Khalil As’ary, sedang memakaikan baju seragam kepada perwakilan jemaah calon haji (JCH) di acara pelepasa di masjid Agung Asy Syuhada Pamekasan.

Pamekasan, Bhirawa.
Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan, Khalil As’ary, meminta kepada Jemaah Calon Haji (JCH) untuk menjaga nama baik Bangsa dan Negara Indonesia.
“Saudara-saudara harus mampu mempertahankan imej jemaah haji Indonesia yang dikenal ramah dan sopan”, tambah Khalil, saat membacakan sambutan Bupati Pamekasan.
Penegasan itu disampaikan Wabup Khalil saat melepas 960 Jemaah Calon Haji (JCH) yang berangkat dengan kloter 58, 60 dan 61, di masjid Agung Asy Syuhada Pamekasan, Kamis (10/8), dihadir Forpimda, Kepala Kamenag Pamekasan, Dinas Instansi terkait, Kabag Kesra, BPIH.
Dikatakan, sikap baik dan bersahaja ketika bergaul dengan jemaah laih dari berbagai belahan dunia. “Tentu mematuhi petunjuk dan aturan dikeluar Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Ini bisa dimahami dan bermafaat bagi para jemaah,” pintanya.
Selain itu, JCH harus dapat menjaga kesehatan dengan baik. Sebab kunci sukses aktifitas ibadah haji sangat tergantung kepada ketahanan fisik. Mengingat kondisi iklim di sana sangat berbeda dengan iklim di tanah air.
“Sekecil apapun gangguan kesehatan bisa mengganggu kesempurnaan ibadah haji. Para jemaah membawa beberapa perlengkapan dapat menangkal pengaruh iklim. Jangan sampai, jemaah rekreaktif pada ibadah sunah, akhir jatuh sakit sehingga ibadah pokok terbengkalai,” tuturnya.
Jemaah calon haji asal Pamekasan sebanyak 960 orang, sudah lolos perlunasan, paspor dan visa, serta pemeriksaan kesehatan, pemberian vaksin dan mengikuti serangkaian pelatihan menasik haji.
Jumlah calon haji itu, terdata 51 orang tamu Allah ini perlu pengawasan medis secara khusus karena memenuhi syarat dengan pendampingan penyakit serius. Seperti hipertensi, kencing manis, ambeyen, hati kronis, kolesterol, lambung dan asma.
“Bagi jemaah termasuk kategori memenuhi syarat pendampingan tersebut akan diberi tanda gelang yang berbeda sesuai 4 klasifikasi oleh Pemerintah. Yaitu; memenuhi syarat, memenuhi syarat dengan pendampingan, tidak memenuhi syarat semendata dan tidak memenuhi syarat”, jelas H. Rusdi Saleh, Kabid P2P Dinas Kesehatan Pamekasan.
Pelepasan JCH yang ditandai pemakain pakaian seragam batik secara simbolis oleh Wakil Bupati, Khalil As’ary, didampingi Kepala Kamenag Pamekasan. Para jemaah kloter 58 diberangkatkan tanggal 16 Agustus, di ponpes Miftahul Ulum, Payepen, Kecamatan Palengaan.
Untuk Kloter 60 dan 61, berangkat 17 Agustus 2017, di halaman masjid Agung Asy Syuhada Pameksan. Adapun 3 (tiga) orang JCH yang gagal berangkat, menurut Kasi Haji dan Umroh Kamenag Pamekasan, H. Afandi menjelaskan, dua orang JCH meninggal dunia, dan satu orang lagi hamil muda. [din]

Tags: