HOS Sampoerna Bantu Cerdaskan Bangsa Lewat Literasi

Salah seorang pengunjung menikmati hasil karya seniman.

Surabaya, Bhirawa
Suatu bangsa dikatakan maju jika masyarakatnya memiliki kemampuan literasi yang baik, yang tidak sekedar kemampuan melek huruf atau aksara, atau kemampuan membaca dan menulis, namun juga kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual.
Sejak mencanangkan diri sebagai kota literasi pada tahun 2014, beragam upaya telah dilakukan Pemerintah Kota Surabaya dalam mendorong masyarakat untuk meningkatkan kemampuan berliterasi dengan membangun lebih dari 1400 titik taman baca berupa perpustakaan umum, Taman Baca Masyarakat (TBM) hingga kepelosok kota, serta taman baca keliling. Pemerintah juga memastikan proses berjalannya program literasi terus diterapkan di tiap-tiap sekolah.
Dikatakan, Rani Anggraini, Manager Museum & Marketing Taman Sampoerna Kamis (10/8) kemarin, dalam upaya mendukung pemerintah dalam meningkatkan ketertarikan akan karya literatur baik tulis maupun visual yang merata di masyarakat, House of Sampoerna (HoS) menggelar berbagai kegiatan yang bertemakan ‘Literasi Wajah Bangsa’.
Pameran ‘Menutur Kisah di Balik Untaian Kata’ di Museum. Sejarah perkembangan aksara dan alat tulis di Indonesia ditampilkan melalui lebih dari 15 koleksi seperti aksara Pallawa yang diambil dari buku karya Kern, H terbitan tahun 1917 dengan judul Verspreide Geschriften Deel VII dan replika lontar dari karya sastra Sutasoma dari masa kerajaan Majapahit dalam bentuk aksara Bali beserta ilustrasi gambarnya. [ma]

Tags: