Sehari Sumbangan Masjid Jami’ Al Baitul Amien Capai Rp48 Juta

Masjid Jami’ Al Baitul Amien Jember

Kab.Jember, Bhirawa.
Sumbangan untuk biaya perawatan masjid Jami’ Al Baitul Amien Jember terus mengalir. Dalam waktu sehari, terkumpul dana Rp 48 juta yang rencananya digunakan untuk perbaikan dan perawatan masjid yang menjadi icon Kab. Jember.”Informasi dari Bank Muamalat, sudah terkumpul donasi Rp 48 juta. Syukur Alhamdulillah,” ucap Hasyin Syafrawi, Ketua Yayasan Masjid Jami’ Al Baitul Amien Jember kepada media kemarin.
Dana tersebut berasal dari para penyumbang yang men-transfer ke nomer rekening Yayasan Masjid Jami’ Al Baitul Amien Jember 7310023054 di Bank Muamalat Cabang Jember selama 24 jam kemarin. Kebanyakan donasi yang terkumpul dari sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jember, tokoh masyarakat, organisisasi masyarakat dan wartawan yang tergabung dalam jejaring sosial.
Menurut Hasyin, dengan terkumpulnya donasi tersebut, pihaknya akan langsung memanfaatkannya untuk melakukan perbaikan pada atap yang ada dalam masjid. Dirinya menuturkan untuk perbaikan tersebut memang sifatnya penting sekali, sebab jika tidak segera diperbaiki khawatir akan ambruk. “Khawatir akan ambruk dan mengenaijamaah yang sholat di dalam masjid,” jelasnya.
Pihaknya juga akan memanfaatkannya untuk perawatan dibagian masjid lainnya. Karena diakuinya cukup banyak yang harus diperbaiki di dalam dan luar masjid sehingga bisa memberikan kenyamanan bagi masyarakat Jember dan luar Jember yang beribadah di masjid itu. “Mungkin juga perawatan yang lain, baik perbaikan karpet peredam kubah, dan bagian yang lain yang mulai retak,” ujar Hasyin.
Pihaknya pun juga menyampaikan terima kasih, atas kepedulian masyarakat terhadap masjid yang selama ini menjadi ikon Kabupaten Jember tersebut. Sebab kebutuhan akan anggaran untuk perawatan masjid tersebut sangat penting sekali. “Sehingga disaat yayasan masjid tidak ada anggaran, dengan adanya donasi ini, sangat membantu pihak kami dalam melakukan perawatan masjid,” jelasnya.
Penggalangan donasi dengan tagline #MasjidJamikku dilakukan karena adanya keprihatinan dari sejumlah masyarakat. Yakni diawali adanya postingan salah satu masyarakat di media sosial tentang kondisi masjid tersebut. Dimana banyak dinding retak, cat mengelupas. Selain itu, kamar mandi terlihat kotor dan kusam.
Kondisi ini dikarenakan masjid jami’ ini sudah dua tahun tidak mendapatkan bantuan dari Pemkab. Padahal, dulunya masjid ini selalu mendapatkan bantuan dana untuk perawatan rutin di masjid. Sementara pemasukan lain-lain tidak cukup guna membayar bulanan seperti listrik, telepon dan sebagainya. Namun, di era pemerintahan Bupati Faida, diakuinya jika masjid jami belum mendapatkan bantuan hibah ini.
Pihaknya sudah mencoba menanyakan realisasi dana hibah untuk Masjid Jami’ yang dianggarkan Rp 500 juta dalam APBD 2016 dan 2017 tersebut. Namun, hingga kemarin belum mendapat kepastian pencairannya.”Untuk menutupi operasional, terpaksa harus hutang¬† kepada Yayasan Pendidikan Al Amien senilai Rp 400 juta. Nanti akan dikembalikan jika hibah sudah cair,” katanya pula. [efi]

Tags: