Presiden RI Sering Kunjungi Kabupaten Malang

Presiden RI Joko Widodo (kiri) saat memberikan ucapan selamat kepada Guru Besar UIN Malang Prof DR KH Ma’ruf Amin (kanan), saat kunjungannya ke Malang pada bulan lalu

Kab Malang, Bhirawa
Wilayah Malang sebagai daerah di Jawa Timur yang sangat istimewa, sebab Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo tiga kali berkunjung ke Malang. Sehingga kunjungan presiden ke Malang ini hingga tiga kali belum pernah dilakukan Presiden RI  sebelumnya.
Sedangkan kunjungan Presiden ke Malang di tahun 2017 ini, di awali pada tanggal 14 Maret yang saat itu menjenguk almarhum KH Hasyim Muzadi di rumah kediamannya di Jalan Cengger Ayam, Kota Malang, 24 Mei berkunjung ke Universitas Islam Negeri (UIN) Malang untuk menghadiri pengukuhan Guru Besar UIN Prof. DR. KH. Ma’ruf Amin.
Dan pada 3 Juni 2017 melakukan kunjungan ke Sekolah Menengah Kejuruhan (SMK) MUTU Muhamadiyah Gondanglegi, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, untuk membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) serta meresmikan Sekolah Menengah atas (SMA) Taruna Nala.  Selanjutnya Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Universitas Muhamdiyah Malang (UMM) dalam menghadiri kajian ramadan 1438 Hijriyah.
Sehingga dengan seringnya Presiden Joko Widodo ke Malang, hal itu mendapatkan tanggapan yang beragam dari berbagai elemen masyarakat. Seperti yang disampaikan Juru Bicara Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Malang Zulham Mubarok, kunjungan Presiden RI ke Malang lebih pada stabilitas politik. Dan selain itu, di Jawa Timur (Jatim) ini sebagai poros ulama-ulama Nahdlatul Ulama (NU) sebagai poros konstelasi politik nasional. Sehingga Presiden memberikan perhatian politik secara khusus yang lebih intensif.
“Dan tidak hanya Presiden Joko Widodo saja yang sering datang ke Malang, namun para petinggi militer TNI dan Polri juga sering melakukan kunjungan ke Malang. Sehingga bisa dikatakan Malang ini sebagai barometer politik, dan juga sebagai barometer karir jabatan di lembaga pemerintah dan TNI/Polri,” terangnya.
Menurut Zulham, kepentingan Presiden sebenarnya bukan soal Malang saja, namun kepentingan Jatim secara utuh, apalagi menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim, pada 2018 mendatang.  Selain itu, di Jatim ini sebagai daerah yang strategis, karena positioningnya di tengah Jatim. Dan disamping itu, Presiden sendiri memiliki kedekatan dengan beberapa tokoh-tokoh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Malang. Sehingga hal itu membuat Malang ini nyaman sebagai lokasi untuk lobi-lobi.
Sementara itu, Lembaga Research and Consultant Pemantau dan Evaluasi Otonomi Daerah Malang George da Silva mengatakan, Pak Joko Widodo sering melakukan kunjungan ke Malang telah
mempunyai arti yang sangat strategis. Karena di Malang Raya ini menjadi kantong PDIP dan juga terdapat tokoh-tokoh PDIP. Selain Malang Raya ini menjadi kantong PDIP, secara militer di Malang Raya ada semua batalyon TNI termasuk Komando Srategis Angkatan Darat (Kostrad), yang sangat mendukung kinerja pemerintah.
Selain Malang Raya ini dikelilingi batalyon TNI, kata George, juga dikelilingi dengan pondok-pondok pesantren. Sehingga dengan adanya banyak pondok pesantren, berarti juga banyak terdapat ulama-ulama besar baik itu ulama NU maupun Muhamdiyah. “Ini berarti, Malang Raya ini merupakan daerah di Jatim sebagai barometer dari berbagai sisi, terutama barometer politik,” tuturnya.
Ditegaskan, masyarakat Malang Raya ini bisa memahami maksud dari Pemerintah Pusat, yakni untuk menciptakan stabilitas politik dan keamanan. Sedangkan seringnya kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Malang, telah memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Dan secara tidak langsung Malang ini akan lebih dikenal masyarakat secara nasional.
“Namun dengan seringnya kunjungan Presiden ke Malang Raya ini ada tersimpan strategi politik yangg kadang kita tidak bisa terungkap dalam peta politik. Dan di Malang ini juga terdapat tokoh-tokoh nasional banyak terlahir di Malang, sehingga hal itu menjadikan pimpinan negara ini sering berkunjung ke Malang,” papar George. [cyn]

Tags: