Petahana dan Ketua DPRD Daftar di PDI Perjuangan

Bupati Syahri Mulyo, Wabup Maryoto Birowo dan Ketua DPRD, Supriyono, berfoto bersama setelah melakukan pendaftaran di Kantor DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Kamis (1/6).

Tulungagung, Bhirawa
Di tengah memperingati hari lahirnya Pancasila, (Kamis (1/6), Bupati Tulungagung Syahri Mulyo SE MSi, Wakil Bupati Tulungagung, Drs Maryoto Birowo MM dan Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono SE MSi, sama-sama mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon kepala daerah untuk Pilkada Serentak 2018. Mereka mengambil formulir pendaftaran di Kantor DPC PDI Perjuangan Tulungagung.
Yang pertama hadir untuk mengambil formulir pendaftaran adalah Supriyono. Ia yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung ini mengambil formulir pendaftaran sebagai calon bupati (cabup). Kemudian disusul oleh Bupati Syahri Mulyo dan Wabup Maryoto Birowo. Pasangan petahana (incumbent) tersebut kembali mendaftarkan diri sebagai pasangan cabup dan cawabup.
Berpasangannya kembali Bupati Syahri Mulyo dan Wabup Maryoto Birowo dalam Pilkada Serentak 2018 ini sekaligus menghentikan spekulasi kabar yang menyebut jika keduanya akan berpisah. “Tidak ada masalah dengan kami. Karena itu, kami berharap Ketua Umum PDI Perjuangan memperhatikan duet kami ini untuk dilanjutkan,” ujar Bupati Syahri Mulyo seusai melakukan pendaftaran.
Menurutnya, selama duet memerintah bersama Wabup Maryoto Birowo tidak ada permasalahan berarti dan selalu harmonis. Tidak ada keretakan.
Hal yang sama dikatakan Wabup Maryoto Birowo. Ia pun optimis dapat kembali menjadi calon wakil bupati berpasangan dengan Bupati Syahri Mulyo. “Saya mendaftar di PDI Perjuangan karena saya juga kader PDI Perjuangan,” terang Wabup Maryoto Birowo lantas memperlihatkan KTA PDI Perjuangan yang dimilikinya.
Dalam Pilkada Tahun 2013 lalu, Bupati Syahri Mulyo terpental tidak mendapat rekomendasi PDI Perjuangan untuk maju sebagai cabup. Namun dengan kendaraan partai lain akhirnya dia dapat mencalonkan diri sebaga pasangan calon kepala daerah bersama Maryoto Birowo dan bahkan memenangi Pilkada Tulungagung 2013.
Saat ini menurut Bupati Syahri Mulyo yang telah mendapat rehabilitasi dan kembali sebagai kader PDI Perjuangan, masalah rekomendasi diserahkan sepenuhnya pada DPP PDI Perjuangan. “Kalau nantinya kami tidak direkom, saya tidak akan maju dari partai lain,” tegasnya.
Sedang, Supriyono menjelaskan pengambilan formulir pendaftaran cabup yang dilakukan dirinya merupakan wujud dari simbolis ketua partai. “Mengenai hasil dari pendaftaran itu masalah belakangan,” katanya.
Ia tidak menampik jika selama ini sering berseberangan dengan Bupati Syahri Mulyo. Namun semua itu dikatakan sebagai dinamika yang biasa terjadi di dunia politik. “Ada pada saatnya nanti bersatu. Yang pasti kita harapkan kondisi Tulungagug tetap kondusif. Ini yang harus dipertahankan,” paparnya.
Sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Supriyono membeberkan dalam menghadapi Pilkada Serentak 2018 sudah ada beberapa partai politik lain di Tulungagung yang telah menjalin komunikasi politik dengan PDI Perjuangan. “Komunikasi politik sudah ada. Kecenderungannya pun sudah ada. Tetapi mereka masih menunggu fakta yang terjadi di PDI Perjuangan,” paparnya lagi.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Bondan Djumani, mengatakan pengambilan formulir pendaftaran calon kepala daerah di DPC PDI Perjuangan tanpa dipungut biaya apapun. Termasuk biaya survei.
“Biaya survei nanti ditentukan atas kesepakatan bersama para bakal calon yang mendaftar di PDI Perjuangan. Kalau tidak dianggap perlu ada survei maka tidak akan ditarik biaya survei. Kalau ternyata dianggap perlu survei, nanti yang menentukan lembaga surveinya DPP PDI Perjuangan,” tuturnya.
Sesuai jadwal, pembukaan pendaftaran bakal calon kepala daerah di DPC PDI Perjuangan Tulungagung akan berlangsung sampai tanggal 14 Juni mendatang. Namun demikian, jika sampai penutupan pendaftar belum mencapai empat orang, maka pendaftaran akan diperpanjang selama seminggu ke depan. [wed]

Tags: