Pemkab Mojokerto Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2017

Wabup Mojokerto (kanan) bersama forkopimda juga mengikuti upacara hari lahir Pancasila dari pendopo Pemkab Mojokerto.

(Keberagaman adalah Kodrat Indonesia)
Kab.Mojokerto, Bhirawa.
Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa (MKP), mengingatkan bahwa keberagaman adalah kodrat bangsa Indonesia. Hal itu disampaikannya kala memimpin upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945, di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Kamis (1/6) kemarin.
Upacara tersebut diikuti seluruh pegawai negeri sipil yang ada dilingkup Pemkab Mojokerto.  Meski ditetapkan sebagai hari libur Nasional,  namun tidak mengurangi minat dan antusias peserta upacara.  Seluruh bagian halaman kantor Bupati MKP itu,  dipenuhi seluruh peserta upacara.
“Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Namun, kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan, Kebhinekaan kita tengah diuj. Ada sikap intoleransi yang mengusung ideologi selain Pancasila, ini sangat mencemaskan dengan diperparah dengan gaung berita bohong (hoax). Saya mengajak peran aktif semua komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila, dengan meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilainya dalam bermasyarakat,” kata Bupati MKP saat membacakan sambutan resmi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Seluruh peserta upacara terlihat kidmad mendengarkan sambutan kepala negara yang dibacakan Bupati MKP dengan suara lantang. Tak   hanya peserta upacara yang ditengah lapangan,  jajaran forkopimda maupun Dharma Wanita yang ada di dalam pendopo juga tampak khidmad hingga upacara usai.
Bupati MKP melanjutkan, komitmen pemerintah untuk memperkuat Pancasila juga terus dilakukan, antara lain diundangkannya Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017, tentang Unit Kerja Presdien Pembinaan Ideologi Pancasila. Bersama seluruh komponen bangsa, lembaga baru ini ditugaskan guna memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan yang terintegrasi dengan program-program pembangunan.
Bupati MKP menambahkan, tidak ada pilihan lain bagi bangsa Indonesia kecuali menyatukan hati untuk persatuan dan persaudaraan. Tidak ada pilihan lain kecuali kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun dan toleran, serta menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang adil dan bermartabat di mata internasional.
“Kita harus waspada terhadap segala bentuk gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila. Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi dan gerakan-gerakan Anti-Pancasila, Anti-UUD 1945, Anti-NKRI dan Anti-Bhinneka Tunggal Ika. Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita Indonesia, Kita Pancasila. Semua Anda Indonesia, Semua Anda Pancasila. Saya Indonesia, Saya Pancasila,” pungkas Bupati MKP.
Upacara peringatan hari lahir Pancasika yang digelar pertama kali serentak di seluruh Indonesia ini, juga dihadiri Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi beserta istri, Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus istri bupati, Ikfina Kamal Pasa, Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Herry Soewito, unsur Forkopimda serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Mojokerto. Mereka tidak turut sebagai peserta upacara di lapangan terbuka melainkan di undangan VIP yang ditempatkan di dalam pendopo milik Pemkab Mojokerto. [kar,adv]

Tags: