DPRD Sidoarjo Desak Pemerintah Bangun Jembatan

Lokasi perahu tenggelam Wringin Anom, Balongbendo, Sidoarjo. [hadi suyitno/bhirawa]

(Trauma Perahu Tengelam)
Sidoarjo, Bhirawa
Tenggelamnya perahu tambang di Wringin Anom-Balongbendo yang menewaskan beberapa penumpangnya, beberapa waktu lalu, masih menimbulkan trauma bagi warga Sidoarjo. Komisi C DPRD Sidoarjo meminta komitmen pemerintah pusat dan Pemprov Jatim segera membangun jembatan penghubung wilayah di Gresik dan Sidoarjo itu.
Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, Rabu (7/6) menagih komitmen dimulai konsultasi ke Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) di Wiyung Surabaya. Dalam pertemuan dengan pejabat BBWS itu diutarakan desakan dewan untuk mengetahui apa langkah pemerintah mengantisipasi musibah tak terulang kembali. ”Sejauh mana progress rencana pembangunan jembatan penghubung ini. Karena Pak Wagub sendiri sudah memberikan lampu hijau untuk pembangunannya,” jelas Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih.
Dari hasil konsultasi itu, pihak BBWS prinsipnya tak keberatan jika ada pembangunan jembatan diatas sungai berantas. Bahkan progress terbaru dari rencana ini, sudah ada empat titik yang disurvey, sebagai lokasi pembangunan jembatan itu. ”Dari empat titik lokasi, sudah mengerucut ke satu titik lokasi pembangan yakni di kawasan Pasar Surungan Balongbendo,” jelas Nasih.
Komisi C akan menindaklanjuti dengan memanggil dinas terkait, untuk mengetahui tekhnis pembangun jembatan penghubung itu. Sementara itu Yudi Iswanto selaku Sie rekomendasi tehknis BBWS menegaskan, pihaknya secara prinsip memberikan izin penggunaan sungai Brantas untuk pembangunan jembatan itu, karena untuk kepentingan masyarakat.
Sesuai dengan kesepakatan, leading sektor tekhnis pembangunan diserahkan kepada Dinas Perhubungan. ”Kita (BBWS) bersama BPJN IV, Dinas PUPR Sidoarjo, Gresik dan PUPR Propinsi sebagai anggota,” ucap Yudi. [hds]

Tags: