Dilatih Tiga Jam Membuat Game Sederhana

Siswa SMK K Petra dan saat mengikuti workshop di Sekolah Tinggi Teknologi Surabaya (STTS), Selasa (6/6). [adit hananta utama/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Perkembangan teknologi telah melahirkan generasi digital. Mereka adalah anak-anak remaja yang sejak usia dini sudah cukup akrab dengan komputer dan gadget. Teknologi tersebut tentu saja berdampak pada mereka. Positif atau negatif, tergantung bagaimana mengarahkan kecenderungannya.
Jurusan D3 Manajemen Informatika Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS) mencoba masuk di wilayah itu. Kampus yang terletak di Jalan Ngagel Jaya Surabaya itu mencoba memperkuat dampak positif teknologi pada pelajar. Caranya melalui workshop pembuatan game pada handphone.
Rosalinda,salah satu peserta dari jurusan Teknik Komputer Jaringan SMK Kristen Petra mengungkapkan, dirinya baru pertama kali mengenal pembuatan game. Padahal, selama ini dirinya lebih suka pada pembuatan program.
“Nggak terlalu suka main game sih. Lebih suka pada pembuatan program. Tapi kalau bikin game lebih suka kalau adventure,”jelasnya ketika ditemui di laboratorium komputer STTS, Selasa (6/6).
Menurutnya, pembuatan game sama halnya dengan menyusun program. Hanya saja dirinya belum terbiasa dengan penyusunan program game.
Workshop game bertema ‘Create a Fun Runner Game For Mobile Device With Unity’ ini dipilih untuk lebih menarik minat siswa agar tertarik pada dunia Informasi Teknologi. Seminar ini diadakan Secara  gratis untuk para siswa SMK. Dalam workshop kali ini diikuti siswa SMK K Petra dan SMK St Louis Surabaya.
“Mereka diajarkan peluang pembuatan game untuk dijual. Game ini sederhana, tapi bisa diramu untuk bisa menarik minat banyak orang pada game,” ungkap Pjs Kepala program studi S1 Teknik Informatika, Yosi Kristian.
Reddy Alexandro Harianto, pakar di bidang pengembangan aplikasi Handphone dengan Unity menambahkan saat ini workshopnya baru pembuatan game dengan sistem sederhana, lari hingga lompat. Juga programnya untuk pengecekan loncat, nabrak, dan terjatuh.
“Dalam waktu 3 jam mereka dikenalkan pada suatu program yang disebut Unity. Dengan didasarkan pada program tersebut para siswa dituntun agar dapat membuat sebuah permainan 2D seperti icon dinosaurus yang muncul bila kita mengakses google chrome, dan permainan tic tac toe,” ujarnya.
Setelah mengikuti workshop, diharapkan para siswa dapat mengembangkan kreatifitas mereka, memperdalam pengetahuan tentang komputer dan mengembangkan keahlian dalam technopreneurship mereka. [tam]

Tags: