TNI Gulirkan Program Satu Juta Jamban

Jenderal TNI Mulyono

Jakarta, Bhirawa
Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah mencanangkan suatu Gerakan Masyarakat Membangun Satu Juta Jamban untuk Keluarga Indonesia (Gema Sang Juara). Gerakan ini guna membantu masyarakat mengurangi atau mengatasi persoalan kesehatan di lingkungannya.
“Sesuai data yang ada, sekitar 24 juta kepala keluarga di Indonesia belum memiliki sanitasi yang baik. Hal ini dikarenakan persoalan kemiskinan, keterpencilan dan ketidaktahuan pentingnya masalah kesehatan,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono  saat membuka Rakornis ke-99 Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Balai Sudirman Jakarta, Selasa (16/5).
TMMD adalah perwujudan sinergi program TNI dan Kementerian Kesehatan terkait penanganan kesehatan yang berkembang di tengah masyarakat. Program ini merupakan implementasi komitmen TNI bersama membangun bangsa.
Mulyono mengatakan kemajuan pembangunan masih belum dibarengi dengan peningkatan kesehatan masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kurang layaknya sanitasi di masyarakat.
Menurut dia, membangun sejuta jamban sejalan dengan program pemerintah. Targetnya  pada 2019, tidak ada lagi masyarakat Indonesia yang buang air besar (BAB) sembarangan.
Dalam kerjasama dengan Kemenkes, TNI AD akan melakukan pelatihan kepada 65 orang Babinsa pada minggu ke-3 Mei 2017 sebagai tenaga penyuluh kesehatan masyarakat, terutama masalah sanitasi. Program TA 2018 direncanakan akan melaksanakan pelatihan kepada 3.520 Babinsa yang merupakan perwakilan setiap Koramil untuk dijadikan sebagai tenaga penyuluh kesehatan.
Mulyono memandang, bahwa pembinaan terhadap masyarakat pedesaan, perbatasan/pulau-pulau kecil terluar dan kumuh, daerah terpencil/terisolir sangat penting dalam membangun ketahanan wilayah yang tangguh guna memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Upaya membantu pemerintah untuk memberdayakan wilayah dan meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia, yang merupakan salah satu penopang utama bagi kekuatan dan kokohnya kedaulatan negara.
Di tempat yang sama, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan, program Gema Sang Juara merupakan bentuk pengejawantahan program Indonesia Sehat. Dia menyebut, akses air bersih dan sanitasi merupakan hal utama menjaga kesehatan masyarakat.
Menurut Nila, program Indonesia Sehat diejawantahkan dengan paradigma sehat. Mengubah mindset masyarakat agar sehat. “Kami mengetahui, pertama akses air bersih dan sanitasi adalah hal yang utama, 32 juta keluarga belum punya sanitasi jamban yang sehat adalah tentu munculnya penyakit,” ujar Nila.
Dia juga menyoroti perilaku masyarakat yang belum menerapkan hidup sehat, salah satunya BAB di kali. Oleh karena itu, kerjasama ini merupakan sinergi antar lembaga pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan Indonesia. Selain menghemat anggaran, jangkauan wilayah akan lebih luas.
Kemenkes, ucap Nila, tidak mungkin bekerja sendiri. Karena itu, perlu menggandeng kementerian lain bersama-sama menyelesaikan masalah Indonesia, bekerjasama dengan TNI. “Masalah tentang sanitasi 32 juta keluarga masih belum punya sanitasi jamban yang sehat, mengapa kita tidak bersama-sama. Tidak mungkin Kemenkes jambanisasi di masyarakat seluruh daerah di Indonesia. Kami menggandeng PUPR juga, kami keroyokan lebih baik. Hasilnya positif dan yang bekerja banyak,” kata Nila.
Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, 3.000 Babinsa akan dilatih menjadi tenaga penyuluh kesehatan, terutama sanitasi. Kegiatan TMMD ke-99 ini akan dilaksanakan pada 4 Juli hingga 2 Agustus 2017. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di 58 kabupaten/kota, dan 60 kecamatan, serta 92 desa di seluruh Tanah Air. Sebanyak 58 satuan setingkat kompi (SSK) dan 8.700 petugas instansi terkait juga akan turun ke lapangan. [ira,bed]

Rate this article!
Tags: