Tim Saber Pungli Sosialisasi Pencegahan Korupsi di Kab.Malang

Ketua Tim Saber Pungli Kab Malang Kompol Deky Hermansyah, saat memberikan penjelasan dalam mencegah Pungli kepada para ASN, kades, dan masyarakat disalah hotel di Kota Malang.

Kab Malang, Bhirawa
Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) terus gencar melakukan sosialisasi terkait keberadaan, peran, dan fungsinya secara luas kepada masyarakat. Sosialisasi yang diselenggrakan Tim Saber Pungli itu, ditekankan kepada para kepala desa (kades).
Saat ini banyak terjadi kasus terkait penggunaan anggaran baik itu Dana Desa (DD) maupun Anggaran Dana Desa (ADD). Tidak sedikit kades di wilayah Kabupaten Malang terjerat dugaan korupsi.
“Tujuan digelarnya sosialisasi kali ini untuk memberikan pemahaman, dan pencegahan tindak pidana korupsi serta pungli. Karena di Kabupaten Malang terdapat 378 Desa, sehingga dengan adanya pengelolaan DD/ADD, maka rawan terjadinya tindak pidana korupsi,” papar Kepala Inspektorat Kabupaten Malang Tridyah Maestuti, Selasa (9/5), saat berada di lokasi kegiatan sosialisasi Tim Saber Pungli, disalah satu hotel di  Kota Malang.
Menurut dia, kades, sekretaris desa (sekdes), Badan Pengawas Desa (BPB) merupakan pucuk pemerintahan tingkat dasar yang sebagai penyelenggara, serta ujung tombak dari Pemerintah Daerah. Sehingga pemahaman terkait penggunaan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) itu,  agar bisa digunakan sesuai dengan peruntukkannya. Dan selain itu, agar mereka tidak terjerat dengan masalah hukum, yakni tindak pidana korupsi. Selain Tim Saber Pungli memberikan sosialisasi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN)  dan para kades di lingkungan Pemkab Malang, kata Tridyah, sosialisasi ini juga diperuntukkan kepada masyarakat Kabupaten Malang. Sehingga dengan sosialisasi ini, masyarakat akan lebih paham tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Tim Saber Pungli.
“Kasus dugaan adanya tindak pidana korupsi yang lagi marak saat ini adalah tentang pengelolaan DD/ADD,” paparnya.
Di tempat yang sama, Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Malang Kompol Deky Hermansyah yang juga juga Wakil Kepala (Waka) Polres Malang mengatakan, kegiatan sosialisasi yang kita selenggarakan ini berkaitan dengan pelayanan publik yang berpotensi melakukan penyimpangan anggaran negara.
“Untuk itu saya meminta kepada masyarakat Kabupaten Malang, jika menemukan praktik pungli untuk segera melaporkan ke Tim Saber Pungli, atau ke Polsek. Tentunya, harus disertai bukti yang otentik, agar segera kita lanjuti,” tuturnya.
Ia menegaskan, ketika mendapatkan laporan dari masyarakat, tim segera bergerak. Bagi masyarakat yang telah melaporkan praktek pungli yang ditemukannya, akan dilindungi. Selain itu, masyarakat harus membuat laporan keberadaan praktik Pungli harus lengkap, agar tidak ada unsur fitnah dalam laporan tersebut. [cyn]

Tags: