Polrestabes Surabaya Amankan 13 Preman Kawasan KBS

3-Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Bayu Indra Wiguna mengintrogasi para preman di kawasan KBS Surabaya, Minggu (11,5). [abednego/bhirawa]

(Tarik Retribusi Parkir Tak Sesuai Peraturan)
Polrestabes Surabaya, Bhirawa
Tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya mengamankan 13 orang preman yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) retribusi tariff parkir di kawasan Kebun Binatang Surabaya (KBS) di Jl Setail, Surabaya, Kamis (11/5).
Sebanyak 13 orang preman ini diamankan lantaran menarik retribusi parkir terlalu tinggi atau tidak sesuai tariff yang sudah ditentukan. Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Bayu Indra Wiguna membenarkan penangkapan 13 orang preman dan 1 orang coordinator aksi premanisme oleh Tim Anti Bandit.
“Modus mereka ialah melakukan penarikan tariff parkir yang tidak sesuai ketentuan. Tariff parkir yang seharusnya atau normalnya untuk roda dua Rp 3 ribu dan roda empat Rp 4 ribu, oleh mereka ditarik antara Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu setiap kendaraan,” kata Kompol Bayu Indra Wiguna usai penertiban, Kamis (11/5).
Dijelaskan Bayu, kegiatan premanisme penarikan retribusi parkir ini sering dilakukan pada momeh hari libur. Mereka memanfaatkan momen hari libur dengan menaikkan tariff retribusi parkir yang terbilang fantastis atau sangat tinggi, dibandingkan dengan hari-hari biasa.
“Mereka meminta biaya retribusi sesuai keinginannya, jika terjadi penolakan, mereka mengatakan bahwa hal ini sudah biasa dan meminta korban untuk membayar,” jelasnya.
Bahkan, sambung Bayu, salah seorang saksi menyatakan bahwa retribusi parkir yang dikenakan itu digunakan juga untuk diberikan kepada oknum atau petugas tertentu. Karena aksi mereka terang-terangan meresahkan masyarakat, Bayu menegaskan, kepada 13 preman dan 1 koordinator aksi premanisme ini dibawa ke Mapolrestabes Surabaya guna proses penyidikan.
“Apa yang dilakukan para preman ini sangat meresahkan warga masyarakat yang parkir maupun menitipkan kendaraannya. Bahkan salah satu korban yang ada di TKP (Tempat Kejadian Perkara) mengaku perbuatan para preman ini dinilai tidak menyenangkan,” ungkap Bayu.
Bayu menambahkan, razia premanisme ini akan selalu digalakkan, terutama pada daerah atau wilayah-wilayah yang dianggap rawan aksi premanisme. Selain itu, razia premanisme ini merupakan langkah cipta kondisi jelang bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri. “Tujuan razia ini guna menciptakan rasa aman pada masyarakat, supaya kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” imbuhnya.
Atas aksi premanisme ini, petugas berhasil mengamankan beberapa KTP (Kartu Tanda Penduduk ) dan beberapa uang tunai. Guna mempertanggungjawabkan perbutannya, seluruh preman ini diamankan ke Mapolrestabes Surabaya guna proses penyidikan lebih lanjut.
“Terhadap mereka (preman, red) kami jeratkan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Serta akan kita proses untuk Pasal Tipiringnya (Tindak Pidana Tertentu),” tegas Waksat Reskrim Polrestabes Surabaya. [bed]

Tags: