Smamda Sidoarjo Bangun Asrama Siswa Senilai Rp7 M

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nazhir sebelum membubuhkan tandatangan prasasti gedung. [achmad suprayogi/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Untuk memberikan fasilitas kepada siswa-siswinya agar lebih mudah, lebih dekat dengan sekolah. SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) telah membangunkan sekolah berasrama senilai Rp7,488 miliar. Asrama Smamda itu mulai difungsikan dan telah diresmikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr  Haedar Nazhir MSi pada Senin (22/5) kemarin.
Ustadz Haedar Nazhir sangat mengapresiasi Smamda yang telah berhasil menorehkan banyak prestasi yang cukup membanggakan sekolah maupun Muhammadiyah. Baik prestasi akademik maupun non akademik termasuk lomba-lomba robotik.
”Prestasi itu sudah mencapai tingkat nasional maupun prestasi internasional. Apalagi Smamda sekarang juga berhasil membangunkan asrama untuk siswanya. Semoga bisa dimanfaaat dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.
Kepala Smamda, Dra Sri Wigatiningsih menuturkan, setelah dilakukan evaluasi ternyata banyak siswa-siswi yang berasal dari luar daerah. Maka pihak sekolah memberikan fasilitas tempat tinggal kepada mereka berupa asrama atau pondok. Asrama yang berlantai empat itu banyak mempunyai fasilitas, luas lahan yang digunakan sekitar 560 meter per segi dengan kapasitas sekitar 200 kamar. ”Untuk pembangunannya menggunakan DPP siswa tahun 2016 dan tahun 2017, total anggaran yang digunakan Rp7.488.640.000,” tutur Wigatiningsih.
Selain itu, pihak sekolah juga sering ditanya orang tua siswa, apa sekolah ini bersedia menampung anak-anaknya yang dari jauh. Agar mudah dalam pengawasannya serta bertambah pula ilmu pengetahuannya. Karena kami berjauhan, makanya butuh pengawasan secara khusus daripada di kos di tempat umum yang tidak bisa mengontrol. ”Jadi Asrama Smamda ini termasuk salah satu jawaban orangtua yang meminta asrama,” jelasnya.
Jadi asrama ini tidak hanya menampung bermalam, tetapi selepa sekolah mereka juga mendapat tambahan ilmu pengetahuan tentan pendalaman agama, diantaranya Tahfidz Alquran. Selain pengetahuan agama mereka juga mendapatkan ilmu, seperti materi-materi pelajaran yang sering diolimpiadekan. ”Matematika, Bahasa Inggris maupun ilmu pengetahuan lainnya,” pungkas Wigatiningsih. [ach]

Tags: