Silaturahim May Day Damai

Hari buruh menjadi hari damai, sudah mulai terwujud. Karena long-march yang biasa mewarnai hari buruh, kini digantikan long week-end. Walau sebenarnya, UMK (Upah Minimum Kabupaten dan Kota) belum sepenuhnya terealisasi. Di Jawa Timur, May Day, bagai menjadi ajang silaturahim antar-buruh. Juga pendekatan antara buruh dengan Kepala Daerah (Gubernur, Bupati dan Walikota). Boleh jadi tak lama, hari buruh akan menjadi momentum kongres buruh (damai).
Pemerintah daerah (propinsi serta kota dan kabupaten mem-fasilitasi acara peringatan hari buruh sedunia. Beberapa panggung hiburan dan arena pesta buruh digelar. Disediakan makan (prasmanan) gratis. Bahkan telah digagas, tahun depan, hari buruh akan disertai bazaar, pasar murah. Serta festival seni (budaya) yang diikuti perwakilan (unit organisasi) buruh. Sehingga buruh dapat meng-aktualisasi diri di luar urusan pekerjaan.
Walau damai-nya peringatan buruh, belum menjadi pertanda peningkatan kesejahteraan buruh secara signifikan. Tetapi secara sosiologis menunjukkan, bahwa buruh Indonesia “siap nego.” Bekerja bukan sekadar mencari uang. Melainkan turut mendorong produktifitas nasional. Siap memajukan perekonomian nasional, dengan suasana damai. Namun pihak pengusaha juga wajib mengubah pola hubungan kerja.
Buruh (formal) akan menjadi “pilar heroik” perekonomian nasional. Tak kalah dengan sektor informal (Usaha Mikro dan Kecil, UMK). Namun masih dibutuhkan iklim per-buruhan yang lebih fair. Diantaranya, pemberantasan pungli (pungutan liar), serta transparansi birokrasi. Saat ini, pemerintah telah coba mengembangkan (memperluas) zona integritas. Sekaligus telah membentuk Satgas Saber (sapu bersih) pungli.
Selama empat bulan (Januari hingga April 2017), konon, telah dilakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) sebanyak lebih dari 700 kali. Tetapi sebenarnya, OTT bagai “api dalam sekam,” di dalam makin membara. Sehingga masih diperlukan OTT lebih kerap, sampai seribu OTT per-hari. Sebab berdasar kalkulasi usaha, pungli telah menyedot biaya usaha sampai 23%. Terutama pada saat pengurusan berbagai perizinan, pada pemerintahan pusat dan pemerintah daerah.
Pungli, bagai “kanker” ganas dalam iklim usaha. Hingga kini, upah buruh hanya meliputi 12,5% total biaya usaha. Jadi, biaya pungli hampir 200% dibanding upah buruh. Andai tiada pungli, maka pengusaha bisa memberi upah lebih besar. Buruh akan lebih sejahtera. Sehingga “musuh besar” buruh, sebenarnya bukan pengusaha, melainkan pungli! Pungli (dan suap oleh pengusaha) juga bisa mempengaruhi kebijakan pemerintah tidak pro-buruh.
May-day, kini lebih diperingati dengan berdoa, serta menggelorakan semangat bekerja keras tanpa henti. Memang masih terdapat beberapa isu perburuhan yang menjadi beban pemerintah. Diantaranya: hak kesejahteraan buruh, pekerja outsourcing, perlindungan dari persaingan dengan pekerja asing (ex-patriat), serta perlindungan buruh migran (TKW dan TKI). Pemerintah (dan Pemda) masih harus membuka mata lebar-lebar, karena banyak buruh tidak menerima hak-hak konstitusionalnya.
Kini, lebih banyak buruh memilih bekerja keras, lembur, agar memperoleh penghasilan lebih. Situasi kawasan urban di Sidoarjo (Jawa Timur), Bekasi (Jawa Barat), dan Tangerang (Banten), umumnya kondusif. Isu-isu yang digelorakan, berkisar pada sharing keuntungan usaha. Pada era perburuhan global, diperlukan sistem perlindungan dan pembinaan tenaga kerja lokal. Agar tidak dikalahkan oleh tenaga kerja asing. Terutama level mandor dan manajer.
Masih dibutuhkan kerja keras pemerintah untuk memenuhi amanat konstitusi sektoe perburuhan. UUD pasal 28D ayat (2) menyatakan “Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.” Kenyataannya nasib buruh masih tetap di ambang kemiskinan.   Buruh, layak diberi penghasilan di atas KHL (kebutuhan hidup layak), agar sanggup memikul beban heroik perekonomian nasional.

                                                                                                    ———   000   ———

Rate this article!
Silaturahim May Day Damai,5 / 5 ( 1votes )
Tags: