Ribuan Warga Tulungagung Terancam Kehilangan Hak Pilih

KPU Tulungagung melakukan FGD untuk memecahkan masalah warga Tulungagung yang belum melakukan perekaman data e-KTP, Kamis (18/5).

Tulungagung, Bhirawa
Setidaknya 11.000 warga Tulungagung terancam tidak bisa memilih Bupati setempat dan Gubernur Jatim dalam Pilkada Serentak Tahun 2018. Masalahnya, sampai saat ini mereka belum melakukan perekaman data KTP elektronik (e-KTP).
Hal ini mengemuka saat KPU Tulungagung melakukan FGD (Focus Group Discussion) Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Tahun 2017 di Media Center Kantor KPU Tulungagung, Kamis (18/5).
Ketua KPU Tulungagung Suprihno SPd, MPd di sela acara FGD mengakui, jika warga yang belum melakukan perekaman e-KTP bakal menjadi masalah dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2018. “Karena itu, kami kumpulkan para Kasi Pemerintahan seluruh kecamatan se-Tulungagung, perwakilan guru PKn, OSIS SMA dan Dispendukcapil untuk melakukan diskusi bersama. Apa masalahnya sampai masih banyak yang belum melakukan perekaman,” ujarnya.
Sesuai data yang diterima dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Tulungagung, menurut Suprihno, sampai saat ini masih ada sedikitnya 11.000 warga Tulungagung yang belum melakukan perekaman e-KTP. Bahkan untuk Jawa Timur yang belum melakukan perekamanan e-KTP mencapai 1,2 juta jiwa.
“Di FGD ini nanti permasalahan dipecahkan bersama. Problemnya apa. Apa karena menjadi TKI atau sebagainya,” paparnya.
Alumnus Universitas Jember (Unej) ini mengatakan bagi warga yang sudah memiliki surat keterangan (suket) e-KTP tidak masalah dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2018. Mereka dapat memilih karena sudah melakukan perekaman e-KTP.
“Yang jadi masalah adalah warga yang sama sekali belum melakukan perekamanan data e-KTP. Dengan FGD ini kami ingin beri masukan ke Dispendukcapil agar nantinya semua warga yang berhak memilih pada 2018 sudah mempunyai e-KTP atau minimal sudah melakukan perekaman data e-KTP,” paparnya lagi.
Kasi SIAK Dispendukcapil Kabupaten Tulungagung Sri Mursihani ketika dikonfirmasi tidak memungkiri jika masih ada 11.000 warga Tulungagung yang belum melakukan perekaman data e-KTP. “Jumlah warga yang belum melakukan perekaman ada 11.000 sekian,” katanya.
Sementera itu, untuk warga yang sudah melakukan perekaman data dan masih berupa suket, Dispendukcapil Kabupaten Tulungagung saat ini mencatat sejumlah 42.000. “Barusan kami mendapat blangko e-KTP sebanyak 20.000. Dengan demikian yang suket akan berkurang karena akan dicetakkan e-KTP-nya,” tutur Sri Mursihani.
Kendati begitu, diakui pula oleh Sri Mursihani, tidak semua dari 42.000 suket tersebut bisa segera dicetakkan e-KTP. Masalahnya, 14.000 suket masih belum data tunggal. “Kebanyakan yang melakukan perekaman setelah Agustus 2016 belum data tunggal,” terangnya. [wed]

 

Tags: