Perkuat Pertanian dengan Festival Kampung Tani

Berbagai kreativitas dan atraksi seni bertema pertanian ditunjukkan warga dalam Festival Kampung Tani IV.

Kota Batu, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) terus berupaya memperkuat sektor pertanian sebagai sektor utama pendukung sektor pariwisata. Hal ini dilakukan dengan menggelar Festival Kampung Tani yang mengambil tempat di Sawah Putuk, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Jumat (12/5). Dalam festival yang sudah terselenggara keempat kalinya, panitia menyajikan berbagai hal tentang pertanian dan pelestarian lingkungan.
Dalam penyelenggaraan Festival Kampung Tani, Pemerintah ingin lebih mengenalkan dan mengedukasi tentang pertanian organik. Sedangkan tujuan lain juga menjadi branding Desa Wisata Kelurahan Temas dan khususnya Kota Wisata Batu.
“Gapoktan nanti akan diedukasi pertanian organik oleh Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman, Lesos Indonesia,” ujar Lurah Temas, Aditya Prasaja.
Berbeda dengan Festival Kampung Tani tahun sebelumnya, pada pelaksanaan festival kali ini diikuti peserta lebih banyak dan lebih beragam. Jika sebelumnya festival ini hanya diikuti petani se-Kota Batu, sekarang petani se-Malang Raya ikut meramaikan acara tahunan tersebut.
Beberapa Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) se-Malang Raya kali ini ikut menjadi partisipan. “Selain itu para siswa sekolah juga tak ketinggalan menjadi peserta. Mereka adalah siswa mulai jenjang SD, SMP, dan SMA dengan total ada 560 siswa,” jelas Aditya.
Selain peningkatan jumlah partisipan, lanjutnya, dalam festival tahun ini juga menyuguhkan tempat berlatar pertanian yang lebih menarik. View atau pemandangan di Sawah Putuk Kelurahan Temas diyakini mampu memikat pengunjung atau wisatawan.
Sebab lokasi berada tengah hamparan sawah dan dikelilingi pemandangan pegunungan.
Ditambahkan Camat Batu, Aris Setiawan bahwa dalam festival juga akan dipenuhi stand tentang produk pertanian maupun hasil olahan produk pertanian.
“Ada kuliner, pameran kesenian, dan dolanan tradisional. Diharapkan dengan adanya festival ini bisa meningkatkan kreativitas masyarakat khususnya petani. Ada sekitar 2000 warga petani ikut dalam acara ini,” ujar Aris. [nas]

Tags: