PT Pembangkit Jawa-Bali Optimalkan Fungsi Otoritas

Pemasangan kawat baja sebelum pengujian tower transmisi listrik milik PLN. [m ali/bhirawa]

(Penuhi Program 35.000 MW)
Surabaya, Bhirawa.
Untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional dapal program 35 ribu MW, PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB) pada tahun 2017 ini mulai berbenah. Muhammad Bardan Sekertaris Perusahaan PT PJB menjelaskan, pada tahun 2017 ini pihaknya telah mengoptimalkan fungsi beberapa pembangkit listrik yang menjadi wilayah otoritasnya.
“Diantaranya adalah PLTU Jawa 7 dengan kapasitas 2 x 1000 mega watt (MW) dan PLTA Batangtoru Sumatra Utara dengan kapasitas 4 x 127,5 MW,” jelas Bardan saat dijumpai di ruang kerjanya Senin (8/5) kemarin.
Selain kedua pembangkit tersebut, pihaknya juga telah menyiagakan beberapa pembangkit listrik yang ada di wilayah Jatim. “Memang saat ini Jatim telah mengalami surplus pasokan listrik, namun, performa prima harus terus kita tunjukkan kepada para pelanggan. Hal tersebut sangatlah penting untuk menjamin kepuasan dan kepercayaan dari masyarakat yang dilayani.
Dalam kesempatan tersebut, Bardan juga menjelaskan, guna memaksimalkan daya pasokan listrik Jatim, sampai saat ini pihaknya telah menyiagakan beberapa pembangkit yang ada di Jatim. Diantaranya adalah PLTU Rembang, PLTU Paiton 9 dengan kapasitas 2 x 400 MW, PLTU Pacitan, PLTU Tanjung Awar-awar Tuban.
Selain itu, lanjutnya. PT.PJB juga telah memaksimalkan Pembangkit Listrik di wilayah Gersik yang memiliki kapasitas 2100 MW. Lalu, untuk 3 Pembangkit Listrik Brantas dengan kira-kira kapasitas 300 MW.
“Selain memaksimalkan produksi daya, kita juga telah melakukan peliharaan rutin pada berbagai mesin pembangkit yang menjadi otoritasnya, dengan melakukan pemeliharaan rutin kita dapat memaksimalkan daya listrik yang dihasilkan. Lantas, secara otomatis masyarakat atau para pelanggan tidak perlu khawatir akan ketersediaan pasokan listrik terutama di Jatim,” pungkasnya. [ma]

Tags: