Pemkot Madiun Waspadai Perang Asimetris

Wakil Wali Kota Madiun, H Sugeng Rismiyanto, SH, Mhum tampak memberikan sambutan pada acara kegiatan pembinaan verifikasi dan evaluasi organisasi masyarakat {Ormas) LSM oleh Bakesbangpol Kota Madiun, Selasa (9/5) [sudarno/bhirawa]

Kota Madiun, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Madiun mengambil langkah prefentif dengan menyelenggarakan kegiatan pembinaan verifikasi dan evaluasi Organisasi Masyarakat (Ormas)/Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan mengambil tema ‘Peran ORMAS/LSM sebagai mitra Pemerintah dalam pembangunan dan untuk menciptakan situasi politik yang damai guna mengantisipasi strategi asimetris yang mengganggu stabilitas bangsa dan negara’.
Kegiatan Pembinaan Verifikasi dab evaluasi Ormas dan LSM  di Gedung Diklat Kota Madiun, Selasa (9/5) di buka langsung oleh Wakil Wali Kota Madiun, H. Sugeng Rismiyanto, SH.M.Hum mengatakan, berharap, Ormas dan LSM yang hadir pada acara ini, ikut menjaga dan mengawasi segala bentuk perilaku yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
“Informasi, laporan, kritik dan saran dari Ormas dan LSM diharapkan agar Pemerintah dapat menjalankan fungsinya dengan sempurna sehingga terbangunnya situasi Kota Madiun yang lebih kondusif lagi.”kata Wawali Kota Madiun berharap.
Kesempatan itu, Wawali Kota Madiun, juga menyampaikan pesan dari Menteri Pertahanan RI, Riamyzad Riacudu, yang memaknai asymmetric wafare sebagai perang yang murah meriah dengan menyebar informasi dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang mampu menyebabkan efek yang luas dan lama.
“Sekarang perang tidak dengan fisik yang menggunakan kekuatan militer, tetapi dengan menyebabkan efek yang lebih luas dan jangka lama, serta meliputi segala aspek kehidupan diantaranya aspek geografi, demografi, sumberdaya alam, ideoligi, politik, ekonomi, sosial dan budaya, selain itu juga membawa isu provokatif, ponografi, narkoba dan sebagainya, sehingga dapat mengganggu stabilitas keamanan negara, khususnya Kota Madiun.” jelas Wawali.
Ditekan pula oleh Wawali, meskipun Kota Madiun merupakan sebuah kota kecil, namun harus tetap waspada apabila ada pihak yang tidak bertanggung jawab memainkan isu dari sejarah Madiun. Hal ini juga dimaksudkan agar masyarakat diluar Kota Madiun memiliki sudut pandang yang positif bahwa Kota Madiun adalah kota yang kondusif.
“Persoalan di Kota Madiun, bisa menjadi masalah nasional maupun internasional, kita tunjukkan kepada luar daerah kalau isu-isu masa lalu di Kota Madiun sudah berlalu dan Kota MAdiun sudah berkembang menjadi kota yang kondusif,” pungkas Wawali.
Sementara, Kepala Badan Kesatuan Bangsa & Politik (Kesbangpol) Kota Madiun, Bambang Subanto, dalam laporannya mengatakan tujuan dan maksud diselenggarakan kegiatan ini untuk menggandeng ormas dan LSM dalam memberikan kontribusinya terhadap pembangunan di segala bidang untuk kesejahteraan Kota Madiun dan menciptakan situasi politik yang damai serta sebagai antisipasi terhadap munculnya strategi asymetris di segala lini sehingga tercipta kondisi yang kondusif dan terjaga stabilitas bangsa. Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang langsung didatangkan dari Kodim 0803 Madiun dan Kepolisian Resor Madiun Kota. [dar]

Tags: