Pemkab Kumpulkan Pengusaha Hiburan Jelang Ramadan

Aparat ketertiban umum kecamatan se- Tulungagung ikut juga dikumpulkan bersama pengusaha hiburan di Crown Victoria Hotel, Senin (8/5).

Tulungagung, Bhirawa
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Tulungagung mengumpulkan pengusaha dan pengelola rekreasi dan tempat hiburan umum setempat di Crown Victoria Hotel, Senin (8/5). Pertemuan ini untuk mengingatkan pengusaha dan pengelola rekreasi dan tempat hiburan jelang bulan Ramadan.
Kepala Disbudpar Kabupaten Tulungagung, Drs Heru Santoso MSi, pada Bhirawa di sela acara yang bertajuk Pengawasan dan Pembinaan Terhadap Pengelolaan Rekreasi dan Hiburan Umum tersebut mengatakan pengumpulan para pengusaha tempat hiburan dilakukan untuk mengingatkan aturan yang berlaku di Tulungagung. “Aturan harus ditaati. Itu yang terpenting untuk tetap dilakukan oleh para pengusaha dan pengelola tempat hiburan,” ujarnya.
Ia tidak menampik pengumpulan para pengusaha dan pengelola tempat hiburan itu terkait juga penggerebekan yang dilakukan Polda Jatim pada Kafe dan Karaoke Yess beberapa waktu lalu. “Selain memang ini waktunya sudah menjelang puasa. Kami harus mengingatkan mereka,” katanya.
Selama bulan Ramadan, menurut Heru Santoso, operasional tempat hiburan di Tulungagung dibatasi seperti tahun-tahun sebelumnya. Aturan tersebut sudah tertuang dalam Peraturan Bupati Tulungagung No. 39 Tahun 2012.
“Hiburan malam di bulan Ramadan bukanya mulai pukul 22.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB. Setiap pengusaha atau pengelola tempat huburan wajib mematuhinya. Nanti surat edaran terkait bulan Ramadan akan kami berikan sesegera mungkin,” tandasnya.
Mantan Kabag Umum Kabupaten Tulungagung ini melanjutkan, sudah merupakan tugas dari Disbudpar untuk melakukan pembinaan pada pengusaha rekreasi dan tempat hiburan. Sedang untuk penindakannya berada pada Satpol PP. “Pembinaan seperti sekarang ini merupakan salah satu cara agar tidak sampai terjadi lagi kasus-kasus seperti yang terjadi di Kafe dan Karaoke Yess,” tuturnya.
Sejauh ini, menurut Heru Santoso, peristiwa penggerebekan di salah satu tempat hiburan di Tulungagung tersebut belum mempengaruhi usaha tempat hiburan yang saat ini beroperasional. “Semua masih normal-normal saja. Apalagi jika dikaitkan dengan tempat pariwisata tidak terganggu dengan berita penggerebekan di Yess itu,” paparnya.
Selain mengumpulkan para pengusaha dan pengelola rekreasi dan hiburan umum, Disbudpar Kabupaten Tulungagung kemarin juga mengundang aparat ketertiban umum kecamatan se-Tulungagung, perwakilan Satpol PP dan perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tulungagung. [wed]

Tags: