Pemerintah Belum Perhatikan GPK Pengajar ABK

Kabid Pendidikan SD, Abdul Munif memberikan paparan di depan GPK. [achmad suprayogi/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Minimnya honor GPK (Guru Pendamping Khusus) atau shadow rupanya membuat mereka mengeluh. Jumlah shadow yang diperkirakan hingga ratusan orang itu kini hanya mendapatkan honor dari orang tua Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang hanya sekitar Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per bulan.
Kabid Pendidikan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, Abdul Munif mengakui, hingga kini memang para shadow hanya mendapatkan penghasilan dari orangtua ABK saja. Meski pekerjaannya berat, namun para shadow yang menyebar di 76 sekolah inklusi itu tak mendapatkan anggaran insentif dari pemerintah. ”Shadow sebenarnya menjerit karena hanya mendapatkan honor yang sangat kecil,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, dalam pengajarannya banyak shadow yang membimbing lebih dari satu hingga dua ABK. Pekerjaan itu juga berat sama dengan GPK yang mayoritas sudah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). ”GPK sudah digaji pemerintah karena itu nasibnya beda dengan shadow yang masih mendapatkan honor kecil,” terangnya.
Munif menegaskan, meski sama-sama honorer, shadow berbeda dengan GTT (Guru Tidak Tetap) yang sudah mendapatkan dana intensif senilai Rp1 juta setiap bulan. Karena itu, pihaknya juga akan mengusulkan minimal anggaran yang sama dengan GTT. ”Sama-sama honorer tapi tugasnya juga berat. Kita ingin memperjuangkan anggarannya,” jelasnya.
Mantan Kabid Formal dan Informal ini mengaku, pihaknya sedang mendata jumlah shadow yang ada di Sidoarjo. Setiap sekolah inklusi diwajibkan menyetor jumlah shadow. Bahkan, jika masih belum memiliki shadow, diharapkan merekrut shadow untuk membantu GPK yang mengajar ABK jumlahnya cukup banyak. ”Setelah data lengkap kita akan audensi dengan Komisi D DPRD Sidoarjo,” akunya.
Sementara Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman mengatakan, pemberian dana insentif kepada shadow maupun GPK yang memiliki honor minim juga sangat penting. Pihaknya akan mengkaji kebutuhan anggaran bagi shadow di Sidoarjo. ”Kita tentu akan perjuangkan demi kesejahteraan pengajar ABK,” katanya. [ach]

Tags: