Pelajar Kota Mojokerto Berebut Naik Bus Sekolah Gratis

Bus sekolah gratis yang diuji coba Dishub Kota Mojokerto. Sementara beberapa ranting pohon harus dirapikan agar tidak mengganggu laju bus.[ kariyadi/bhirawa]

Kota Mojokerto, Bhirawa
Uji coba operasional dua bus sekolah gratis oleh Dinas Perhubungan Kota Mojokerto disambut antusias pelajar. Dishub menemukan sejumlah catatan dalam uji coba angkutan yang sedianya bakan beroperasi secara resmi, Jumat (12/5) hari ini.
”Secara umun uji coba lancar. Antusias pelajar untuk naik ke bus sekolah gratis itu juga sangat tinggi. Tapi ada sedikit catatan yang harus ditindaklanjuti, yakni ada beberapa ranting pohon dan titik salah parkir kendaraan yang bisa mengganggu laju bus,” terang Gaguk Tri Prasetyo, Kadishub Kota Mojokerto terkait hasil uji coba.
Gaguk menambahkan, dalam uji coba itu untuk waktu perjalanan ada penambahan 10 hingga 15 menit, akibat crew kendaraan memberi kelonggaran waktu tunggu di sekolah-sekolah. Selain itu beberapa ranting pohon masih ada yang harus diirapikan. Ada juga perlu dilakukan pengawasan parkir di Jl Trunojoyo karena di lokasi itu kondisi jalannya sempit.
”Dan kita sudah koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk perapian ranting pohon dipinggir jalan. Untuk penertiban parkir jalan nanti dari Dishub sendiri yang akan meningkatkan pengawasan,” tegas Gaguk.
Dikonfirmasi terpisah, Amin Wachid, Kepala (DLH) Kota Mojokerto mengatakan, langsung menindaklanjuti permintaan Dishub soal perapian ranting pohon. Bahkan Amin menyampaikan sudah mengikutkan anak buahnya dalam bus ketika uji coba.
”Saya perintahkan untuk mencatat dimana saja posisi ranting pohon yang mengganggu sepanjang rute bus. Dan langsung saya perintahkan untuk merapikan,” janji Amin Wachid.
Dua bus sekolah gratis, dipastikan beroperasi secara resmi hari ini. Kendaraan bantuan Kementerian Perhubungan itu akan memperkuat 13 Angkot gratis yang selama ini sudah terlebih dahulu dioperasikan Dinas Perhubungan Kota Mojokerto.
Dalam tahun ini juga, akan ditambahkan tiga kendaraan lagi untuk angkutan gratis bagi pelajar itu. Dua kendaraan dibeli dari dana APBD Kota Mojokerto dan satu lagi bantuan CSR BUMN di Kota Mojokerto.
”Sekarang masih menunggu proses lelang pengadaan kendaraan itu,” tandas Gaguk Tri Prasetyo. [kar]

Tags: