Pameran Antar Pulau dan Misi Dagang Perkuat Ekonomi Jatim

Asisten III Sekdaprov Jatim Dr Ir H Abdul Hamid saat membuka Pameran dan Misi Dagang antar Provinsi yang diselenggarakan di Grand City Surabaya.

Pemprov, Bhirawa
Dunia perdagangan Provinsi Jatim dari waktu ke waktu mengalami peningkatan dan perkembangan yang cukup signifikan dan menggembirakan. Itu dibuktikan dari banyaknya pelaku usaha dan komoditi yang mengikuti pameran antar pulau yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jatim bekerjasama dengan pihak ketiga.
Salah satunya adalah Pameran dan Misi Dagang yang telah diselenggarakan mulai 27-30 April lalu di Grand City Surabaya. Asisten III Sekdaprov Jatim Dr Ir H Abdul Hamid yang membuka acara tersebut mengatakan meningkatnya jumlah pelaku usaha dan komoditi pameran ini terjadi karena banyak hal.
Di antaranya adanya pembinaan dan pengawasan yang terus menerus dilakukan oleh Pemprov Jatim terhadap pelaku usaha khususnya pelaku antar pulau. “Selain itu, yang tidak kalah pentingnya yakni adanya koordinasi dan kerjasama yang terus terbangun antara pelaku usaha dengan aparatur pemerintah di daerah serta stakeholder lainnya,” kata Hamid kemarin.
Dalam pameran tersebut, sebanyak 100 peserta mengisi 130 stan pameran. Peserta tersebut berasal dari beberapa provinsi mitra seperti Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Riau, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, NTT, NTB, Maluku dan Maluku Utara.
Materi yang dipamerkan seperti kerajinan khas daerah baik fashion, batik, kerajinan, perhiasan, kayu, kulit dan tekstil. Sedangkan untuk makanan bisa oleh-oleh khas daerah dan untuk komoditas daerah meliputi hasil perkebunan, perikanan, pertanian, serta pariwisata.
Sementara dalam misi dagang yang melibatkan pengusaha antar pulau salah satunya dari Jambi dan Lombok Utara, pada awal pembukaan misi dagang telah terjadi beberapa transaksi dengan total nilai transaksi yang dicapai sebesar Rp 3.343.000.000.
“Pameran yang diselenggarakan hingga Minggu ini diharapkan akan terus terjadi transaksi antar pelaku usaha terutama pelaku usaha yang belum hadir dalam pembukaan hari pertama,” katanya.
Hamid berharap upaya memperkuat peluang pasar dalam negeri dan mengoptimalkan sektor perdagangan antar pulau dan antar provinsi dapat mencapai hasil yang ditargetkan pada rencana peningkatan perdagangan dalam negeri. “Ini adalah salah satu upaya kita untuk memperkuat sektor perdagangan,” ungkapnya.
Hamid mengatakan, pada 2016 sektor perdagangan Jatim mencapai Rp 100,06 triliun. Dalam periode periode tersebut, Jatim meraih minus dari sektor ekspor impor sekitar Rp 25 triliun. Tingginya nilai perdagangan tersebut sedikit banyak membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jatim yang mencapai 5,55 persen, di atas peningkatan rata-rata ekonomi nasional yang hanya sekitar hanya 5,02 persen.
“Beberapa strategi Pemprov Jatim dalam meningkatkan potensi business to business antar pulau. Pertama, melalui berbagai pameran yang diselenggarakan oleh Pemprov Jatim di beberapa daerah di Indonesia,” tuturnya. [iib]

Tags: