Merujuk OPD Baru, Pemkab Pamekasan Kekurangan 2.500 ASN

Kantor Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan SDM Pamekasan. [syamsudin]

Pamekasan, Bhirawa
Pemkab Pamekasan mengalami kekurangan 2.500 tenaga Aparatur Sipil Negara (ASN). Kekurangan ini didasari kebutuhan personel ASN mencapai 10 ribu orang sesuai  amanat PP No 18 Tahun 2017 atas perubahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ,
“Kekurangan ASN sekitar 2.500 orang, selain belum belum terpenuhi dari rekrutmen CPNS melalui umum maupun dari tenaga honorer. Penambahan kekurangan personel  itu juga karena ada pegawai yang pensiun, pensiun dini dan meninggal dunia hingga per 1 Mei 2017,” ujar  Kasubdit Formasi dan Pengadaan Pemkab Pamekasan Abdul Malik  dikonfirmasi, Minggu (7/5).
Ada pun jumlah ASN yang pensiun dan meninggal dunia, yaitu pada 2015 sekitar 210 orang, pada 2016 sebanyak 347 orang dan per 1 Mei 2017 sebanyak 153 orang. Jumlah ASN sekarang ini sekitar 7.476 orang.
“Pemenuhan permintaan sudah disampaikan di tingkat Kementerian & Badan Kepegawaian Negara. Berdasar usulan setiap OPD (Organisasi Pegawai Daerah) ke BKD, untuk sementara kebutuhan ASN di Pamekasan diestimasikan sebanyak 10.000 orang”, ujar Abdul Malik.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan formasi ASN merujuk informasi dari Kementerian & BKN pusat diwacanakan akan digelar pada 2019. “Untuk persiapan pengisian kebutuhan ASN itu, pihak BKD memantapkan pendataan formasi di tiap-tiap OPD”, jelas Malik.
Sedang estimasi kebutuhan pegawai di Pamekasan hingga mencapai 10.000 orang itu meliputi kebutuhan tenaga guru (pendidik, red) mencapai 890 orang, tenaga kesehatan mencapai 875 orang. Sedangkan tenaga pelaksana dan struktural lain, berkisar 800 orang.
“Kekurangan ASN ini untuk semua lini, baik kesehatan, pendidikan maupun tenaga struktural dan pelaksana sebanyak 2.500 ASN. Bila tahun-tahun mendatang tidak ada kepastian rekrutmen CPNS, Pamekasan akan mengalami krisis tenaga”, ucapnya. [din]

Tags: