May Day, di Pasuruan, Banyuwangi dan Lumajang

Ribuan buruh berkumpul dan memadati area alun-alun Bangil, di Kabupaten Pasuruan, Senin (1/5). Kedatangan mereka untuk memperingati May Day.. [Bhirawa/Hilmi Husain]

(Dari Kasus Perbudakan Buruh, Kenaikan Harga Sembako, hingga Tasyakuran)
Pasuruan, Bhirawa
Hari buruh yang jatuh pada 1 Mei kemarin, diperingati di berbagai daerah. Di Pasuruan, para buruh mengangkat kasus perbudakan buruh, sementara di Banyuwangi menyoroti kenaikan harga sembako yang berdampak pada buruh semakin tidak sejahtera.
Ribuan buruh dari sejumlah serikat buruh berkumpul dan memadati area alun-alun Bangil, Kabupaten Pasuruan, Senin (1/5). Kedatangan mereka untuk memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day. Ketua Serikat Buruh Muslimin (Sarbumusi) Suryono Pane dalam orasi May Day menuntut ketegasan Pemkab Pasuruan dalam hal banyaknya kasus perbudakan buruh di Kabupaten Pasuruan.
“Hingga saat ini kasus perbudakan buruh di Kabupaten Pasuruan masih pasif. Ada yang 1 tahun 5 bulan serta ada yang sampai 2 tahun tak terselesaikan. Seharusnya, Pemkab Pasuruan memberikan warning kepada perusahaan untuk mengeluarkan hak-hak buruh. Karena saat ini banyak buruh yang terlantar tanpa kejelasan dari perusahaan,” teriak Suryono Pane.
Dikatakan lagi, lanjut Suryono, kasus buruh di Kabupaten Pasuruan makin komplek. Sekitar Rp 28 miliar gaji buruh tak dibayarkan. Termasuk juga kasus pemecatan buruh sepihak tanpa ada alasan. “Buruh sudah mengabdi puluhan tahun. Tapi pengabdiannya itu harus dibayar dengan tanpa gaji, PHK sepihak hingga pesangon tak dibayarkan.
Sementara itu, kenaikan harga sembako menjadi latar belakang digelarnya aksi demo perjuangan buruh lintas kelompok di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Kenaikan harga beras menjadi yang paling berdampak, dan diyakini kenaikan harga tarif listrik baru-baru ini turut mempengaruhi kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut.
Kordinator lapangan Ahmad Afandi mengatakan, dalam aksi solidaritas buruh itu, pihaknya menuntut kenaikan upah 10 persen ditambah 15 persen nilai inflasi. “Kita mendorong agar buruh semakin sejahtera hingga bisa memenuhi kebutuhan rekreasi mereka. Kita akan lakukan konsolidasi dan melakukan tuntutan ulang hingga apa yang kita minta terpenuhi,” kata Afandi yang juga Ketua DPC Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbmusi) Banyuwangi, Senin (1/5).
Aksi yang dilaksanakan Gemasaba Banyuwangi, beberapa skretariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Banyuwangi, perwakilan pekerja outsorsing Banyuwangi dan Aliansi Jurnalisme Independen (AJI) Jember dimulai di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi. Massa berjalan kaki hingga di depan Kantor Bupati Banyuwangi, dan menyampaikan orasi di jalan.
Hermawan dari AJI Jember mengatakan wartawan juga harus mendapat perhatian dan berhak mendapatkan gaji sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK). “Kita menuntut perusahaan umum maupun perusahaan media untuk menyejahterakan karyawan. Dari data AJI tahun 2016, masih ada wartawan yang tidak sejahtera, bahkan hanya digaji Rp 500 ribu,” kata Hermawan.
Tasyakuran
Sementara itu, dalam rangka menciptakan keharmonisan dalam perusahaan dengan pekerja, Bupati Lumajang Drs.As at Malik mengimbau kepada Pimpinan Perusahan untuk selalu menjalin komunikasi dengan para karyawannya. Sebab tanpa jalinan yang baik dikhawatirkan ada pihak pihak tertentu yang melakukan fitnah dengan menghembuskan isu tertentu yang dapat menimbulkan situasi yang tidak kondusif pada perusahaan tersebut.
Hal tersebut disampaikan Bupati dalam giat Tasyakuran dalam rangka Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2017 yang dilaksanakan secara sederhana di Gedung Sujono (1/5) .
Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua dan pengurus Asosiasi Pekerja, para pengusaha dan pemilik perusahaan, Ketua Serikat Pekerja, Sarbumusi serta Perwakilan dari karyawan dan buruh dari perusahaan se-Kabupaten Lumajang.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Forkopimda plus Kabupaten Lumajang, yaitu Kapolres Lumajang, Dandim 0821 Lumajang, Dan yon 527, jajaran pemerintah Daerah yang mendampingi Bupati, di antaranya Wakil Bupati Lumajang Dr. Buntaran Supriyanto, M.Kes, Sekda Lumajang Drs. Mashudi, para Asisten Sekda serta para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lumajang.
Dalam keterangannya Bupati Lumajang menjelaskan bahwa perusahaan dengan pekerja merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain, untuk itu menurutnya komunikasi antara keduanya sangat dibutuhkan sebagai solusi untuk menyelesaikan segala permasalahan yang ada. “Para pemilik perusahaan dan karyawan agar dapat berkomunikasi dengan baik sehingga tidak terjadi permasalahan di perusahaan, jangan sedikit persolan unjuk rasa,” ujarnya.
Kadisnaker Kabupaten Lumajang, Suharwoko ketika dikonfirmasi menjelaskan, dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau yang biasa dikenal dengan May Day, pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan di antaranya donor darah, serta sepeda santai, yang melibatkan Instansi lainnya dan perusahaan. [hil,mb1,dwi]

Tags: