Masjid At Tauhid Dirikan Pabrik Gula Mini di Tulungagung

Wagub Jatim Drs H Saifullah Yusuf menandatangani prasasti peresmian masjid At Tauhid di Ponpes Sabilil Muttaqien, Desa Tanen Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung.

Tulungagung, Bhirawa
Sejak zaman Nabi Muhammad SAW, keberadaan masjid tidak melulu hanya sebagai tempat ibadah. Tapi juga ada fungsi sosial, ekonomi dan politik. Hal itu pula yang dilakukan masjid di Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung yang segera membangun pabrik gula mini.
Melalui yayasannya, yakni Yayasan Ibrahimy, kini tengah melakukan persiapan-persiapan untuk mewujudkan cita-cita besarnya itu. Berbagai kerjasama telah dilakukan, termasuk menggandeng Universitas Brawijaya (UB) Malang.
Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf pun memuji pengurus Masjid At Tauhid, dan Yayasan Ibrahimy yang bakal membangun pabrik gula. Rencana ini menjadi bukti jika masjid dikelola dengan baik fungsinya tidak hanya sebagai tempat salat,.
“Sebuah masjid apabila hanya untuk memenuhi kebutuhan salat lima waktu, maka masjid tersebut akan sering tutup. Makanya masjid harus menjadi tempat yang banyak fungsi,” kata Saifullah Yusuf, saat meresmikan Masjid At’Tauhid yang terletak di komplek Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien di Desa Tanen Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung, Kamis (11/5) lalu.
Gus Ipul, sapaan karib Saifullah Yusuf, mengaku sangat bangga jika Masjid At Tauhid nanti benar-benar mewujudkan pembangunan pabrik gula. Saat ini, katanya, proses kerjasama untuk mendirikan terus digodok dengan menjalin kerjasama berbagai pihak, salah satunya dengan Universitas Brawijaya Malang.
“Ini tentu target besar dan langka. Meski nanti produksi gula dengan skala menengah kecil, tapi manfaatnya akan dirasakan langsung oleh umat. Rencana ini patut kita dukung demo kemaslahatan umat,” kata mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini.
Sementara itu, pendiri Yayasan Ibrahimy, H Mudhofi Hadisiswoyo mengatakan, setelah mendirikan Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilil Muttaqien, di Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Yayasan Ibrahimy akan membangun pabrik gula mini. Pembangunan pabrik gula ini merupakan program Yayasan Ibrahimy di bidang ekonomi kerakyatan.
“Kami punya beberapa program jangka pendek. Salah satunya membangun pabrik gula mini di Tulungagung. Pembangunan pabrik gula mini ini merupakan program jangka pendek yayasan Ibrahimy yang harus dilaksanakan secepatnya,” tandasnya.
Menurut dia, nantinya pabrik gula mini akan dikelola langsung oleh sebuah perseroan terbatas (PT) yang segera dibentuk, bukan oleh yayasan. Adanya pabrik gula itu akan membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar karena mayoritas tenaga kerja yang digunakan berasal dari warga setempat. “Kalau tenaga ahli disiapkan dari warga luar daerah karena menyangkut persoalan teknis. Tapi, tetap prioritas untuk tenaga kerja adalah warga sekitar,” ucapnya.
Dengan anggaran yang disiapkan untuk membangun pabrik gula mini ini sebesar Rp17 miliar, pihaknya menargetkan setahun setelah pabrik gula mini beroperasi bisa berproduksi dengan menggiling 50 ton tebu per hari. [iib]

Tags: