Lurah Kota Malang Wajib Perbarui Data Lansia

Wali Kota Malang H. Moch. Anton saat membagikan peket sembako kepada masyarakat prasejahtera

Kota Malang, Bhirawa.
Wali Kota Malang H. Moch. Anton, mengintruksikan kepada seluruh lurah di Kota Malang, untuk melakukan perbaruan data mayarakat lanjut usia. Ini untuk memastikan jika para lansia mendapat perhatian dari Pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota yang kerap disapa Abah Anton itu, disela-sela penyarahan bantuan kepada para lansia Kota Malang di Kecamatan Klojen Selasa 30/5 kemarin.
“Saya minta kepada seluruh lurah, jangan sampai ada lansia yang tidak terdata. Semua harus didata. Sebagi pejabat yang berada di barisan paling dekat dengan masyarakat, tidak boleh membiarkan ada lansia yang terlantar,”tutur Abah Anton.
Selain itu, pihaknya meminta rumah  tidak layak huni juga harus didata, ini sangat penting agar bisa segera mendapat bantuan  program bedah rumah dari Pemerintah. Dan bisa menikmati rumah yang layak huni.
Ia memastikan, bentuk keberhasilan Pemerintah Kota Malang  adalah menurunya kemiskinan, salah satu indikasinya adalah  kesejahteraan, masyarakat semakin meningkat. Makanya persoalan yang terkait dengan mayarakat harus diperhatikan.
“Kami patut bersyukur kemajuan Kota Malang ini, luar biasa, peningkatan ekonomi di Kota Malang ini sangat membaggakan. Pertumbuhan ekonomi salah satunya ditandai dengan munculnya kampung tematik disejumlah kelurahan,”imbuh Abah Anton.
Kampung tematik yang ada di Kota Malang itu, lanjut Abah Anton, berdampak sangat positif pada petumbuhan ekonomi masyaraat.  Karena keberadaannya banyak dikunjungi oleh masyarakat di luar Kota Malang.
“Alhamdulillah, Kampung tematik ini, sangat mendukung pertumbuhan ekonomi di Kota Malang. Selain itu juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang mampu menembus rata-rata pertumbuhan ekonomi di tingkat Jawa Timur bahkan di tingkat nasional,”timpal Abah Anton.
Sementara itu, sebelumnya Abah Anton  juga   memberikan bantuan berupa sembako kepada  100 orang lansia terlantar atau tidak potensial, di Aula Kantor Camat Lowokwaru,  Hadir dalam acara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Sri Wahyuningtyas, Camat Lowokwaru, Imam Badar dan Lurah se Kecamatan Lowokwaru.
Pemberian bantuan semacam ini, dinilai Abah merupakan hal yang sangat positif, apalagi dilakukan pada Bulan Ramadan “Para lansia yang masuk dalam kategori terlantar dan tidak produktif, masih banyak, sehingga bantuan seperti ini sangat dibutuhkan oleh mereka,”tambah Abah  Anton.
Abah juga berpesan Kepada Dinas Sosial agar terus memperhatikan para lansia yang ada di 5 kecamatan se Kota Malang. “Harapannya Pemkot bisa memperhatikan masyarakat utamanya lansia.  Harapan saya kegiatan ini bisa dilakukan terus menerus pada tahun selanjutnya. Perhatian kita pada lansia tidak berhenti disini, terus kita lakukan,” pesan Abah Anton.
Sementara itu, Camat Lowokwaru, Imam Badar, menambahkan koordinasi Lurah dengan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) selama ini sudah cukup baik, sehingga data lansia bisa diperoleh dengan valid.
“PSM ini turun ke lapangan, mereka melaporkan hasil kepada Lurah. Data lansia dari 12 Kelurahan se Kecamatan Lowokwaru kita usulkan ke Dinsos agar diberikan bantuan,” kata Imam Badar. [mut]

Tags: