Kodam V Brawijaya Siap Bersihkan Korupsi Internal

Irdam-V-Brawijaya-Kolonel-Arh-Purwo-Sudariyanto-membacakan-amanat-Pangdam-V-Brawijaya-pada-pertemuan-dengan-komuniti-hukum-jajaran-Kodam-V-Brawijaya-Selasa-[16/5].-[Abednego/bhirawa]

[Sinergitas Komuniti Penegak Hukum Jajaran Kodam V Brawijaya]
Surabaya, Bhirawa
Sesuai intruksi khusus Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang menyatakan tahun 2017 prajurit TNI harus perang terhadap korupsi. Kodam V Brawijaya beserta jajaran siap melakukan “Bersih-bersih” korupsi di tubuh TNI AD.
Bersih-bersih korupsi di tubuh TNI AD ini masuk dalam pokok bahasan pada acara Pertemuan Komuniti Hukum di Jajaran Kodam V Brawijaya di Markas Polisi Militer Kodam (Mapomdam) V Brawijaya, Selasa (16/5).
Acara ini diantaranya dihadiri oleh Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko yang diwakili Irdam V Brawijaya Kolonel Arh Purwo Sudaryanto, Asintel, Asper Kasdam V Brawijaya, Danpomdam, Kakumdam, Kadilmilti III dan Kaotmilti III Surabaya.
Pada amanat yang dibacakan Irdam V Brawijaya Kolonel Arh Purwo Sudaryanto, Pangdam mengatakan, salah satu unsur penting guna mewujudkan program transformasi TNI AD adalah terwujudnya prajurit yang professional, disiplin dan taat hukum. Setiap pelaksanaan tugas di satuan-satuan TNI AD harus dijamin tetap pada koridor hukum dan aturan yang berlaku.
Sesuai intruksi khusus Panglima TNI terkait perang prajurit TNI terhadap korupsi, lanjut Irdam, tahun 2017 ini Kodam V Brawijaya focus pada kegiatan “Bersih-bersih” korupsi di jajaran Kodam V Brawijaya. Setelah berhasil menekan kasus narkoba, Irdam mengaku, kini giliran prajurit jajaran Kodam V Brawijaya menekan angka korupsi di satuan-satuan TNI AD.
“Tahun 2017 ini baru ada 1 (satu) kasus narkotika, itupun sudah menurun. Jadi tahun ini fokusnya adalah bersih-bersih terhadap tindak pidana korupsi di lingkup Kodam V Brawijaya beserta jajaran,” tegas Kolonel Arh Purwo Sudaryanto usai acara, Selasa (16/5).
Langkah nyata bersih-bersih ini, sambung Irdam, dibuktikan dengan pengiriman 50 Perwira Penyidik TNI guna melaksanakan diklat di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di wilayah Kodam V Brawijaya masih ditemukan perkara tindak pidana dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Komdandan Satuan. “Hal itu harus diperiksa dan diusut lebih dalam lagi. Supaya kasus ini dapat terselesaikan dengan tuntas,” jelasnya.
Kolonel Arh Purwo menambahkan, dari laporan selama Triwulan I dan bulan April 2017 masih dijumpai 42 perkara tindak pidana berbagai macam kasus. Diantaranya penyalahgunaan narkotika, desersi, asusila, perzinahan, penggelapan, mengedarkan uang palsu, illegal logging dan jual beli kaporlap secara illegal.
“Selain seagai wahanan silaturahmi, kegiatan ini sangat penting untuk tukar menukar informasi dan permasalahan hukum yang ada diwilayahnya, termasuk cara mengatasinya. Meski terjadi penurunan signifikan atas kasus narkoba dibanding tahun-tahun lalu, kegiatan ini difokuskan pada pembahasan permasalahan tindak pidana korupsi. Karena tahun 2017 ini Panglima TNI mengintruksikan TNI harus bersih dari korupsi,” tambahnya.
Sementara itu, Komandam Pomdam (Danpomdam) V Brawijaya Kolonel Cpm Subiakto mengaku, Pomdam V Brawijaya tahun ini memang menangani perkara yang bukan hanya di Kodam saja. Tapi, Pomdam menangani permasalahan atau kasus di tubuh Kostrad, Lemjiantek dan Pusdik Arhanud.
“Saya mengimbau untuk para Komandan Satuan untuk sering melakukan bintal fungsi komando di satuan masing-masing. Laksanakan penyuluhan hukum dengan intens. Dan selalu sampaikan kepada anggota bahwa kita hidup harus selalu bersyukur. Jadi prajurit harus selalu bersyukur, kalau kita lihat ke atas, maka rasa syukur itu akan hilang,” imbaunya.
Terkait “Bersih-bersih” korupsi di jajaran Kodam V Brawijaya, Danpomdam siap melaksanakan intruksi Panglima TNI. Kalau ada sesuatu yang menyangkut korupsi yang dilimpahkan pimpinan kepada Pomdam, pihaknya siap menindaklanjuti hal tersebut.
“Untuk pengadaan alutsista, banyak dugaan korupsi yang terjadi di tingkat pusat. Tapi di kita tidak ada. Kalau pun ada beberapa dugaan korupsi di jajaran Kodam V Brawijaya yang perlu kita tindaklanjuti, ya kita tindaklanjuti sesuai petunjuk dari pimpinan. Kita akan usut perkaranya sampai tuntas, sehingga bersih-bersih korupsi akan nampak,” tegas Kolonel Cpm Subiakto. [bed]

Tags: