Khawatir Tak Ada Perajin Kulit di Tanggulangin

Sidoarjo, Bhirawa
Pengrajin produk-produk tas koper dan lainnya berbahan kulit di Kec Tanggulangin, Kab Sidoarjo, yang sangat terkenal itu dalam tenggang waktu 20 tahun mendatang dikhawatirkan sudahtidak ada lagi.
Hal ini karena, saat ini pengrajin produk berbahan kulit yang ada, merupakan generasi ketigadari pengrajin pemula di wilayah itu. Usia mereka saat ini, sudah diatas 50 tahunan. Kalau 20 tahun lagi, usia mereka pasti sekitar 70 tahunan.
”Kalau generasi mudanya tak mau lagi jadi pengrajin kulit, nanti toko-toko di Tanggulangin ini, bisa-bisa hanya jadi tempat menjual produk saja, tapi tidak punya lagi pengrajin kulitnya,” kata Sugeng, salah satu pemilik toko yang menjual produk kerajianan tas koper dan lainnya berbahan kulit maupun berbahan sintesis, di Desa Kludan, Kec Tanggulangin, Kamis (18/5) kemari.
Saat ini saja di toko-toko kerajinan tas koper di wilayah Kludan dan Kendensari, kata Sugeng, banyak beredar produk-produk sejenis yang berbahan sintesis dari Negara China. Padahal diTanggulangin itu, terkenal karena produknya yang berbahan kulit.
Generasi muda disana yang saat ini lulus SLTA maupun lulus kuliah, dikhawatirkan tidak mau lagi meneruskan usaha dari pendahulunya. Generasi mudanya jangan-jangan akan lebih memilih bekerja sesuai dengan sekolah mereka.
‘Maka itu saya khawatir, kerajinan kulit dari Tanggulangin tidak ada lagi, karena generasi mudanya tidak mau jadi penerus menjadi pengrajin kulit,” katanya.
Tetapi menurut Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindag Kab Sidoarjo, Agus Sudarsono, di wilayah Tanggulangin itu, tiap tahun selalu diadakan pelatihan wirausaha sesuai potensi lokal yang ada. Yakni pelatihan produk kerajinan berbahan kulit. ”Ini untuk kaderisasi,” katanya.
Menurut Agus, pelatihan wirausaha, dilakukan tiap tahun dua kali. Pada tahun 2017 ini, pelatihan semester pertama akan digelar habis Lebaran. ”Kalau pelatihan di Tanggulangin  ini juga bisa diikuti oleh luar kecamatan yang minat, syaratnya harus generasi muda, tiap pelatihan yang kita gelar diikuti 30 peserta,” kata Agus.
Agus juga menambahkan, pada tahun 2017 ini Kementerian Perindustrian akan punya program untuk merevitalisasi kerajinan produk kerajinan kulit di Tanggulangin. Yakni disana, nanti tidak hanya jadi tempat menjual produk saja tapi juga dijadikan tempat wisata edukasi.
”Pembeli yang datang nanti tidak hanya sekedar membeli, tapi juga bisa melihat proses produksi pembuatan produk, sehingga pembeli juga bisa belajar,” kata Agus. [kus]

Tags: