Kemenhub Desak Anggota IMO Hindari Pencemaran Laut

Peserta IMO Negara Asean. [m ali/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa.
Kemenhub RI Budi Karya Sumadi minta, agar semua pihak memperhatikan laut hindari jangan sampai melakukan segala bentuk kegiatan yang bisa pemcemari laut, sebagai negara maritim bangsa Indonesia wajib menghargai laut.
Demikian, Capt Renaldo Sjukri, mewakil Ditkapel Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, saat dijumpai di Surabaya Senin (8/5), Menurutnya untuk mengimplementasikan apa yang diharapkan tetsebut pemerintah melalui Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, bersama International Maritime Organization (IMO) perlindungan lingkungan Maritim sedang giat melakukan segala bentuk perlindungan dengan cara melibatkan Negara-negara ASEAN dan Timor Leste, sebagai negara menaruh kepedulian terhadap pencemaran laut yang dilakukan oleh kapal-kapal di wilayah negara peserta yang dilintasi selama pelayaran.
Bikti kepedulian ini telah kita lakukan gelar Regional Workshop on the Ballast Water Management (BWM) Convention di bawah kerangka kerjasama teknis Integrated Technical Cooperation Programme (ITCP), diselenggarakan selama 4 (empat) hari sejak tanggal 2 – 5 Mei 2017 di Hotel Santika Premiere Surabaya.,” paparnya.
Keperdulian Pemerintah terhadap lingkungan pencemaran laut ini lanjutnya, diikuti 46 orang peserta dari negara-negara ASEAN dan Timor Leste. Dari beberapa negara Asean ini, untuk memberi suasana rilaks mereka disempatkan mengunjungi House of Sampoerna yang merupakan salah satu destinasi wisata Surabaya gedung megah bergaya kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1858 dan sekarang menjadi situs bersejarah yang terus dilestarikan.
“Para peserta workshop dari manca negara itu agar tidak jenuh juga kami ajak melihat peninggalan sejarah berupa museum dan juga di dalamnya ada kafe yang bisa dibuat perjamuan malam bagi mereka,” tambahnya.
Sedang yang menjadi harapan tentunya dengan membawa peserta workshop melihat dan menikmati santap malam di salah satu tempat sejarah di Surabaya itu, adalah untuk memperkenalkan peninggalan sejarah jaman pemerintahan Belanda di Surabaya yang hingga kini masih tetap dijaga agar ada kesan yang mendalam bagi mereka disamping mengikuti kelas.
“Ini akan menjadi referensi bagi mereka tatkala dilain hari akan berkunjung ke Indonesia ingat dengan house of sampoerna Surabaya, dan juga bisa disampaikan kepada orang lain di negaranya masing-masing,” akunya. [ma]

Tags: